Home Uncategorized HIV di Jawa Tengah Capai 1.704 Kasus sepanjang 2026

HIV di Jawa Tengah Capai 1.704 Kasus sepanjang 2026

1


HIV di Jawa Tengah Capai 1.704 Kasus sepanjang 2026
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

SEPANJANG tahun 2026, ditemukan 1.704 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Jawa Tengah,  dalam lima tahun terakhir kasus virus menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut didominasi oleh kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).

Pemantauan Media Indonesia Kamis (9/7) kasus HIV/AIDS  di Jawa Tengah masih tetap tinggi, bahkan setiap tahun ribuan kasus disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh terus bertambah seperti pada tahun 2026 capai 1.704 kasus, bahkan selama 8 tahun terakhir tercatat telah mencapai 41.743 kasus terjadi di provinsi ini.

Terus meningkatnya kasus HIV tersebut, juga menjadi sororotan serius Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hingga akan menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar menjalankan langkah-langkah pencegahan sejak dini. “Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat, ” katanya.

Menurut Ahmad Luthfi berdasarkan Perpres Nomor 111 Tahun 2025 yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, ancaman nonmiliter didefinisikan sebagai usaha atau kegiatan tanpa menggunakan senjata yang dinilai dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi, keselamatan umum dan legislasilegislasi diantaranya kelompok LGBT.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi mengatakan pola penularan HIV dl Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir didominasi oleh kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) dan faktor frekuensi hubungan seksual itu menjadi salah satu aspek yang memengaruhi tingginya penularan pada kelompok tersebut.

“Selama lima tahun terakhir LSL mendominasi penularan HIV, prinsipnya sama saja penularannya yakni frekuensi kontaknya mungkin lebih sering menimbulkan iritasi yang kemudahkan penularan, ” ujar Zulfachmi.

Berdasarkan data, ungkapan Zulfachmi, sepanjang tahun 2026 hingga 30 April tercatat 1.704 kasus baru HIV di Jawa Tengah dengan temuan kasus terbanyak berada pada rentang usia 25–29 tahun (265 kasus), usia 30–34 tahun (244 kasus), usia  20–24 tahun (235 kasus), usia 35–39 tahun (194 kasus), usia 40–44 tahun (180 kasus) dan usia 45–49 tahun (152 kasus).

Selain itu, lanjut Zulfachmi, usia 50–54 tahun (125 kasus) dan usia di atas 60 tahun (123 kasus), usia 55–59 tahun (82 kasus), usia 15–19 tahun (81 kasus), usia 0–4 tahun (13 kasus), usia 5–9 tahun dan 10–14 tahun masing-masing tercatat lima kasus.

Sementara itu masih menurut data, demikian Zulfachmi, tercatat Kota Semarang menjadi daerah dengan temuan kasus HIV baru terbanyak pada 2026 mencapai 229 kasus, disusul Banyumas 107 kasus dan  Pati 98 kasus, sedangkan terkecil Temanggung 20 kasus, Magelang 22 kasus, Purworejo 22 kasus serta Wonosobo 24 kasus. (H-2)



Source link