Home Uncategorized Mirip Rumah Sakit, Begini Cara Koloni Semut Berbagi Tugas Rawat Sesama yang...

Mirip Rumah Sakit, Begini Cara Koloni Semut Berbagi Tugas Rawat Sesama yang Terluka

1


Mirip Rumah Sakit, Begini Cara Koloni Semut Berbagi Tugas Rawat Sesama yang Terluka
Ilustrasi (Luar Biasa)

DI dunia hewan, bertahan hidup sering kali digambarkan sebagai perjuangan individu yang kejam. Namun, sebuah penelitian terbaru terhadap spesies semut pengandang matriarkal, Megaponera analist, menunjukkan sisi lain yang luar biasa. Semut-semut ini ternyata memiliki sistem perawatan medis yang sangat terorganisasi untuk menyelamatkan dan mengobati anggota koloni mereka yang terluka setelah pertempuran.

Semut Megaponera analist dikenal sebagai pemburu rayap yang agresif. Dalam setiap penyerangan ke sarang rayap, banyak semut yang kehilangan anggota tubuh atau terluka parah akibat gigitan tentara rayap. Alih-alih meninggalkan rekannya yang sekarat, koloni semut ini memiliki prosedur evakuasi dan perawatan yang mirip dengan sistem triase medis manusia.

Ketika seekor semut terluka di medan perang, ia akan mengeluarkan feromon khusus sebagai sinyal darurat. Semut penyelamat yang berada di dekatnya akan segera datang, memeriksa tingkat keparahan luka, lalu menggendong semut tersebut kembali ke sarang mereka.

Sesampainya di dalam sarang, proses perawatan intensif pun dimulai. Hasil pengamatan para peneliti menunjukkan semut-semut perawat akan membersihkan luka rekannya yang robek atau putus menggunakan sekresi dari kelenjar mulut mereka. Cairan ini diketahui mengandung zat antimikroba yang berfungsi mencegah infeksi mematikan dari bakteri atau jamur lingkungan.

Lebih mengagumkan lagi, penelitian ini mendapati koloni semut mengatur pembagian tugas perawatan ini secara efisien tanpa adanya satu komando tunggal. Perilaku merawat ini tampaknya terbagi berdasarkan pengalaman atau usia semut di dalam koloni. Semut yang lebih tua atau yang sudah tidak aktif berburu di luar sarang mengambil peran sebagai perawat menetap di dalam tempat tinggal mereka, memastikan pasokan cairan pembersih luka selalu tersedia bagi yang membutuhkan.

Tingkat keberhasilan dari sistem medis alami ini sangat tinggi. Semut terluka yang mendapatkan perawatan intensif di dalam sarang memiliki peluang bertahan hidup hingga 90 persen dan dapat kembali beraktivitas mencari makan dalam beberapa hari. Sebaliknya, semut terluka yang sengaja dipisahkan oleh peneliti dari koloninya dan tidak dirawat hampir seluruhnya mati dalam waktu 24 jam akibat infeksi.

Sistem alokasi tugas yang fleksibel dan respons cepat terhadap sinyal kimia ini membuktikan bahwa koordinasi sosial semut jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya. Mereka tidak hanya bekerja bersama untuk mengumpulkan makanan, tetapi juga berinvestasi besar dalam menyelamatkan nyawa sesama demi menjaga kekuatan dan keberlangsungan seluruh koloni. (Earth/Z-2)



Source link