Home Uncategorized Lonjakan 91 Juta Perjalanan Domestik Dorong Integrasi Asuransi dalam Proses Booking

Lonjakan 91 Juta Perjalanan Domestik Dorong Integrasi Asuransi dalam Proses Booking

1


Lonjakan 91 Juta Perjalanan Domestik Dorong Integrasi Asuransi dalam Proses Booking
Ilustrasi(Dok MSIG)

MOBILITAS masyarakat Indonesia terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 mencapai sekitar 91,14 juta perjalanan. Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan perjalanan domestik ini mendorong kebutuhan perlindungan perjalanan yang lebih mudah diakses dan terintegrasi dengan proses pemesanan.

Merespons tren tersebut, PT Asuransi MSIG Indonesia memperkuat lini asuransi perjalanan melalui dukungan strategi regional MSIG Asia yang menjalin kemitraan dengan Ancileo, perusahaan teknologi asuransi perjalanan berbasis di Singapura. Kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan solusi perlindungan yang lebih personal, mudah diakses, serta berbasis teknologi.

Melalui kemitraan tersebut, produk asuransi perjalanan MSIG dirancang dapat terintegrasi langsung dalam proses pemesanan tiket. Skema embedded insurance ini memungkinkan perlindungan ditawarkan di dalam sistem maskapai, online travel agent (OTA), maupun platform perjalanan lainnya. Dengan demikian, calon penumpang dapat langsung memilih perlindungan saat membeli tiket, tanpa proses tambahan yang terpisah, serta dengan pengalaman klaim yang diklaim lebih sederhana.

Ancileo berperan sebagai penghubung antara produk asuransi MSIG dengan berbagai platform perjalanan. Melalui teknologi yang dikembangkan, integrasi antara sistem pemesanan dan layanan asuransi dapat dilakukan secara langsung sehingga distribusi dan pengelolaan klaim berlangsung lebih efisien. Model ini juga memungkinkan mitra perjalanan menghadirkan produk perlindungan lebih cepat tanpa integrasi teknis yang kompleks.

Wakil Presiden Direktur MSIG Indonesia Bernardus P. Wanandi mengatakan perubahan pola perjalanan masyarakat mendorong kebutuhan perlindungan yang lebih luas. “Kebutuhan akan perlindungan perjalanan kini tidak lagi hanya relevan untuk perjalanan internasional, tetapi juga semakin penting dalam perjalanan domestik sehari-hari. MSIG Indonesia berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra terpercaya yang menghadirkan solusi perlindungan yang mudah diakses dan inovatif,” ujarnya.

MSIG Indonesia menyebut memiliki pengalaman lebih dari lima dekade di industri asuransi umum nasional. Perusahaan juga meraih penghargaan “The Best Performance General Insurance Company in 15 Consecutive Years (2010–2024)” dari Infobank, yang disebut mencerminkan konsistensi kinerja dan kepercayaan pasar.

Di tingkat regional, kolaborasi MSIG Asia dan Ancileo menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan asuransi perjalanan di Asia Pasifik. Saat ini, sekitar 60% distribusi asuransi perjalanan MSIG di Asia berasal dari model kemitraan B2B2C, termasuk dengan maskapai dan platform perjalanan, dengan tren embedded insurance yang terus meningkat dalam proses pemesanan.

Kemitraan MSIG dan Ancileo yang telah terjalin sejak 2020 juga mendukung integrasi dengan sejumlah maskapai dan platform perjalanan di kawasan, antara lain Scoot, Malaysia Airlines, dan Trip.com.

CEO MSIG Asia Clemens Philippi menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak strategis bagi penguatan posisi perseroan di pasar asuransi umum Asia. “Kami terus berinvestasi dalam inisiatif pertumbuhan berdampak tinggi untuk mempercepat kapabilitas digital kami, seiring dengan pertumbuhan perjalanan di kawasan ini,” katanya.

Sementara itu, Founder & CEO Ancileo Olivier Michel menilai kerja sama ini bukan sekadar ekspansi bisnis. “Kami percaya kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk mendefinisikan ulang bagaimana asuransi perjalanan dapat memberikan nilai nyata bagi nasabah dan mitra di Asia,” ujarnya.

Ke depan, MSIG Indonesia menyatakan optimistis langkah ini dapat memperluas akses perlindungan perjalanan di Indonesia, khususnya pada segmen perjalanan domestik yang terus tumbuh. (E-4)



Source link