Home Uncategorized Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi

1


Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi
KPK Tahan Bupati Pemalang.(Antara)

BUPATI Pemalang Anom Widiyantoro resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepastian ini terlihat setelah Anom muncul di hadapan publik dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan lembaga antirasuah tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Saat ditemui awak media, Anom menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Meski demikian, ia secara tegas membantah keterlibatannya dalam praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang menjadi salah satu poin penyidikan.

“Enggak ada,” ujar Anom singkat saat merespons pertanyaan jurnalis mengenai dugaan jual beli jabatan tersebut.

Empat Tersangka Ditetapkan

Selain Anom Widiyantoro, KPK juga telah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada 29 Juli 2026. Operasi ini tercatat sebagai OTT ke-18 yang dilakukan sepanjang tahun 2026. Dalam rangkaian operasi tersebut, tim penindakan KPK mengamankan total 21 orang yang tersebar di tiga lokasi berbeda, yakni:

  • 5 orang ditangkap di Jakarta
  • 15 orang ditangkap di Pemalang
  • 1 orang ditangkap di Purworejo

Dari total 21 orang yang terjaring, 12 orang di antaranya, termasuk Bupati Anom Widiyantoro, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka terdiri dari lima orang dari Jakarta, enam orang dari Pemalang, dan satu orang dari Purworejo.

Barang Bukti Rp2 Miliar

Dalam operasi senyap tersebut, KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2 miliar. Selain mengamankan uang tunai, penyidik juga telah melakukan penyegelan di sejumlah lokasi strategis guna kepentingan pengembangan perkara.

Dugaan korupsi yang menjerat orang nomor satu di Pemalang ini berkaitan dengan pengerjaan sejumlah proyek pembangunan serta dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Saat ini, penyidik masih terus mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut. (Ant/I-1)



Source link