
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.(Dok. Pemkot Bontang)
PEMERINTAH Kota Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) bekerja sama dengan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) menggelar Workshop UMKM Insight untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (24/7), ini difokuskan pada strategi menembus pasar Singapura.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat membuka acara menyatakan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan produk unggulan daerah memenuhi standar kualitas dan keamanan internasional.
“Keberhasilan memasuki pasar Singapura akan menjadi bukti bahwa produk UMKM Bontang telah memenuhi standar global dan memiliki daya saing yang kuat,” tegas Neni.

Optimisme pemerintah didasari pada capaian UMKM Bontang sebelumnya. Pada Trade Expo Indonesia 2025, pelaku usaha Bontang berhasil membukukan 20 kontak dagang dan satu MoU internasional. Selain itu, penjajakan dengan Malaysia, Sri Lanka, dan Australia telah menghasilkan tiga MoU serta empat Letter of Intent (LoI) sebagai komitmen kerja sama bisnis.
Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, menjelaskan bahwa workshop yang diikuti 50 pelaku UMKM ini menghadirkan Diyah Gayatri, Direktur DGayatri International Pte. Ltd. Singapura, sebagai narasumber utama. Tujuannya adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai standar teknis dan tahapan ekspor, sekaligus membuka jejaring bisnis internasional bagi peserta.
Dukungan sektor swasta turut dipertegas oleh Senior Site Manager PT Kaltim Nitrate Indonesia, Budi Santosa. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha adalah fondasi ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen terus mendukung UMKM Bontang demi menciptakan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Budi.
Melalui peningkatan kapasitas ini, Pemkot Bontang berharap produk lokal semakin banyak hadir di pasar global. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan citra Kota Bontang sebagai pusat UMKM berdaya saing global. (Z-10)

