Home Uncategorized Kolaborasi Dorong Literasi Kripto di Tengah Lonjakan Aktivitas Global

Kolaborasi Dorong Literasi Kripto di Tengah Lonjakan Aktivitas Global

1


Kolaborasi Dorong Literasi Kripto di Tengah Lonjakan Aktivitas Global
Ilustrasi(Dok PINTU)

AKTIVITAS retail kripto global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal 2026. Data TRM Labs mencatat nilai transaksi retail kripto pada kuartal I-2026 mencapai US$79 miliar. Sementara itu, laporan Sensor Tower dalam State of Mobile 2025 menunjukkan Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat, dengan kenaikan sesi aplikasi kripto sebesar 54% secara tahunan, tertinggi kedua di dunia.

Di tengah tren tersebut, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggandeng Mensa Indonesia untuk memperkuat literasi blockchain dan cryptocurrency, khususnya di kalangan komunitas intelektual.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui sesi edukasi bertajuk “The Future of Blockchain and Cryptocurrency” yang digelar pada 25 April 2026 dan dihadiri lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan Chairman Mensa Indonesia Satriadi Gunawan serta Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa.

Sebagai bagian dari jaringan komunitas global yang mewadahi individu dengan tingkat kecerdasan tinggi, Mensa Indonesia dinilai menjadi forum strategis untuk membahas aset digital secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi peluang investasi, tetapi juga teknologi dan risiko yang menyertainya.

“Kriptoo tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Kami berharap anggota dapat memahami aspek tersebut secara lebih menyeluruh,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (4/5).

Dalam sesi tersebut, PINTU memaparkan berbagai topik mulai dari dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem kripto, hingga tren tokenisasi aset. Ari Budi Santosa menjelaskan bahwa aset kripto kini berkembang melampaui instrumen investasi, menjadi infrastruktur teknologi yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien.

“Salah satu perkembangan yang relevan adalah tokenisasi aset, di mana aset dunia nyata seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global,” jelasnya.

Konsep tokenisasi dinilai membuka akses investasi yang lebih luas karena memungkinkan kepemilikan secara fraksional, sekaligus berpotensi meningkatkan likuiditas dibandingkan aset tradisional. Namun demikian, peningkatan adopsi kripto juga diiringi dengan risiko tinggi, terutama terkait volatilitas harga dan dinamika pasar yang cepat berubah.

Karena itu, Ari menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam pengambilan keputusan investasi.

“Edukasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya melihat peluang, tetapi juga memahami risiko secara menyeluruh, sehingga dapat berinvestasi secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (E-4)



Source link