Home Uncategorized Mengenal Inflamasi Masalah Paling Umum pada Cedera Olahraga dan Cara Menanganinya

Mengenal Inflamasi Masalah Paling Umum pada Cedera Olahraga dan Cara Menanganinya

1


Mengenal Inflamasi: Masalah Paling Umum pada Cedera Olahraga dan Cara Menanganinya
Ilustrasi, seseorang mengalami cedera olahraga.(Dok. Freepik)

MASALAH kesehatan berupa cedera yang paling sering muncul akibat aktivitas fisik bukan selalu berupa robekan otot atau patah tulang. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Zeth Boroh, mengungkapkan bahwa inflamasi atau peradangan merupakan permasalahan yang paling sering ditemukan pada kasus cedera olahraga.

Dalam sebuah temu media di Jakarta, Kamis (16/4), dr. Zeth menjelaskan bahwa inflamasi adalah bentuk kerusakan pada jaringan muskuloskeletal. Jaringan ini mencakup otot, tendon, ligamen, sendi, hingga tulang yang rentan mengalami gangguan saat berolahraga.

“Kalau bicara tentang cedera olahraga, yang paling sering kita temukan adalah inflamasi. Jadi sebenarnya bukan yang robek atau putus, yang inflamasi saja,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Gejala dan Dampak Inflamasi

Menurut dr. Zeth, gejala inflamasi umumnya meliputi:

  • Rasa nyeri pada area tertentu.
  • Pembengkakan.
  • Memar atau hematoma.
  • Gangguan fungsi gerak (functional lesion), seperti otot yang tidak dapat berkontraksi secara optimal.

Ia menyoroti fenomena menarik pada olahraga lari. Meskipun lari memiliki pola gerakan yang konsisten dan cenderung stabil, jumlah pasien pelari yang mengalami cedera justru meningkat. Hal ini biasanya dipicu oleh overuse atau penggunaan otot yang berlebihan.

“Lari itu harusnya aman, tapi kenyataannya pasien saya yang sekarang paling banyak cedera adalah pelari. Mungkin karena tren lari yang semakin meningkat,” imbuhnya.

Jangan abaikan cedera ringan. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan cedera menjadi kronis atau memicu “kompensasi” beban pada bagian tubuh lain yang sehat, sehingga memperluas area peradangan.

Langkah Penanganan: Metode RICE dan Anti-Inflamasi

Untuk mencegah kondisi memburuk, dr. Zeth menekankan pentingnya mempercepat proses penyelesaian inflamasi agar penyembuhan berjalan optimal. Salah satu protokol standar yang disarankan adalah metode RICE:

  1. Rest: Mengistirahatkan bagian yang cedera.
  2. Ice: Kompres dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri.
  3. Compression: Memberikan tekanan ringan dengan perban elastis.
  4. Elevation: Memposisikan area cedera lebih tinggi dari jantung.

Selain metode RICE, pemberian obat anti-inflamasi baik secara oral maupun topikal (obat oles) juga dapat membantu. “Penanganan cedera olahraga memang seharusnya secepat mungkin. Bukan hanya sekadar mempercepat penyembuhan, tapi kita juga melakukan terapi supaya proses pemburukannya bisa kita hindari,” tutup dr. Zeth. (Ant/H-3)



Source link