Ribuan jamaah haji melakukan prosesi melontar Jumrah di Jamarat, Mina, Mekkah.(Dok. MI/Adam Dwi)
JEMAAH haji yang mengambil Nafar Tsani melakukan empar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari ini, 13 Zulhijah 1445 Hijriah atau Rabu (19/6). Sesuai jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), 13 Zulhijah jemaah haji melakukan lontar jumrah pada pukul 05.00 – 17.00 WAS.
Sebelumnya, pada tanggal 12 Zulhijjah atau Selasa (19/6), jamaah yang mengambil opsi Nafar Awal telah meninggalkan Mina sebelum magrib dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.
Setelah menyelesaikan tahap mabit di Mina dan melempar jumrah, jamaah akan melakukan tawaf Ifadhah dan Sa’i sebagai rangkaian rukun haji.
Baca juga : Haji Mabrur Harus Memberi Dampak Sosial Besar bagi Lingkungan dan Masyarakat
“PPIH mengimbau agar jemaah dapat memulihkan kondisi dan stamina fisik terlebih dahulu sebelum pelaksanaan tawaf Ifadhah dan ibadah lainnya,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda, di Jakarta, Rabu (19/06). Masjidil Haram saat ini juga kondisinya padat jemaah oleh dari berbagai belahan dunia yang akan tawaf Ifadhah. Karenanya, kata dia, jemaah harus mempertimbangkan kondisi kepadatan Masjidil Haram saat akan tawaf Ifadhah.
“Tidak perlu tergesa-gesa untuk langsung tawaf Ifadhah setelah dari Mina, dengan stamina prima fisik setelah istirahat, jemaah dapat menjalankan tawaf dan ibadah lainnya dengan aman dan lancar,” ungkapnya.
Dikatakannya, ibadah ifadhah dilakukan setelah bus salat yang akan mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya kembali beroperasi. Bus Shawalat akan kembali beroperasi pada 14 Zulhijah atau 20 Juni 2024 mulai pukul 00.30 Waktu Arab Saudi.
Baca juga : Prosesi di Mina Usai, PPIH Minta Jemaah Pulihkan Fisik sebelum Tawaf Ifadhah
“Selama tidak ada layanan bus shawalat, jemaah dapat menjalankan salat 5 waktu di masjid sekitar hotel sembari mempersiapkan diri untuk tawaf Ifadhah dan tawaf Wada,” ucapnya.
“Bagi jamaah haji Nafar Tsani, sembari menunggu dijemput bus yang akan mengantarkan mereka menuju hotelnya di Makkah, mereka bisa memanfaatkan waktu di Mina untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah mereka terima, sehingga bisa menyelesaikan mabitnya dan melemparkan jumrahnya dengan sempurna,” tutupnya.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 13.17 WIB, jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 165 orang.
(Z-9)


