
Max Verstappen mengaku puas dengan paket mobil Red Bull di FP1 dan FP2 GP Belgia, meski sempat mengalami kendala persneling dan masalah sayap belakang.(Formula 1)
PEMBALAP Red Bull Racing, Max Verstappen, menyatakan kepuasannya setelah berhasil memaksimalkan paket mobilnya selama sesi latihan bebas hari Jumat (17/7) di Grand Prix Belgia. Kendati demikian, ia mengakui sesi tersebut juga memperlihatkan adanya jarak performa dengan para rival utamanya.
Verstappen mengawali hari dengan kuat setelah menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1). Ia menetapkan tolok ukur waktu 1 menit 50,654 detik. Namun, catatan waktu tersebut berhasil dipatahkan Kimi Antonelli pada sesi kedua (FP2), yang membuat Verstappen harus puas menyudahi hari di urutan ketiga.
Perjalanan Verstappen di FP2 sempat diwarnai kendala. Pembalap asal Belanda ini melaporkan adanya masalah pada perpindahan gigi mobilnya yang ia sebut “luar biasa” buruk, hingga membuatnya melebar ke area jebakan kerikil (gravel trap). Insiden tersebut bahkan sempat memicu bendera merah (red flag) guna membersihkan batu-batu yang berserakan di lintasan.
Saat diminta merangkum hasil sepanjang hari tersebut, Verstappen tetap memberikan penilaian positif.
“Cukup lumayan, saya kira. Keseimbangannya langsung terasa, tinggal melakukan sedikit penyesuaian pada mobil, yang mudah-mudahan bisa membuka lebih banyak kecepatan. Sejujurnya, dari apa yang kami miliki sebagai sebuah paket, ini adalah hari yang baik,” ujar Verstappen.
“Kami hanya fokus pada diri kami sendiri. Sejujurnya, saya tidak bisa merasa kecewa atau apa pun. Ini hari yang baik bagi kami.”
“Saya tidak yakin seberapa banyak lagi yang ada di dalam sana dibandingkan dengan yang lain, tetapi bagi saya, secara perasaan sudah baik-baik saja. Di latihan kedua Anda melihat sedikit lebih banyak seberapa besar jarak sebenarnya, tetapi mudah-mudahan kami bisa memangkas hal itu sedikit menjelang Kualifikasi,” tambahnya.
Tantangan tambahan yang dihadapi Verstappen akhir pekan ini adalah kembali beradaptasi dengan sayap belakang spesifikasi lama. Red Bull terpaksa memakai komponen lama ini setelah Verstappen mengalami kecelakaan di Austria dan Inggris akibat adanya kegagalan pada komponen sayap versi terbaru.
Verstappen menyebut bahwa satu-satunya perubahan adalah sayap tersebut “terbuka secara berbeda”. Namun, Direktur Teknis Red Bull, Pierre Wache, memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait keputusan timnya.
“Semua orang melihat masalah yang kami hadapi di Silverstone. Kami mencoba mereproduksi masalah ini, kami paham sekarang, kami mencoba memperbaiki masalah tersebut dan mencoba mengembalikan sayap itu secepat mungkin karena ini memberikan keuntungan performa,” kata Wache.
“Prioritas pertama kami adalah memastikan mobil aman untuk pembalap dan untuk kami sendiri, lalu kami membawa sayap belakang dengan aktivasi normal yang kinerjanya sedikit menurun tetapi dapat digunakan pada mobil.”
“Saya rasa keseimbangannya jelas masih jauh dari sempurna, yang mana harus kami perbaiki, ditambah beberapa degradasi pada simulasi balap (long runs) yang harus kami kerjakan. Saya pikir ini adalah titik awal yang baik untuk berkembang,” pungkas Wache. (Formula 1/Z-2)

