
Petugas Damkar melakukan penanganan di lokasi kebakaran kandang kambing di Lembang.(MI/Depi Gunawan)
SEBANYAK 30 ekor kambing di Kampung Ciraten, RT 01/13, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mati terpanggang akibat kebakaran kandang.
Diduga, kebakaran terjadi akibat kelalaian warga saat membakar sampah. Akibat peristiwa tersebut, peternak ditaksir mengalami kerugian hingga Rp200 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandung Barat, Siti Aminah mengatakan, kebakaran terjadi pada Rabu (13/5) sore.
“Informasi kebakaran kami terima pukul 16.00 WIB. Empat belas menit kemudian petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan,” katanya, Kamis (14/5).
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di kandang seluas sekitar 10 meter persegi tersebut.
“Penanganan selesai pukul 18.00 WIB. Selama hampir dua jam petugas berusaha memadamkan kobaran api. Api tidak sampai merembet ke rumah warga di sekitar peternakan,” ujarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan asesmen di lokasi kejadian. Puluhan kambing yang mati terbakar diketahui dipersiapkan untuk dijual menjelang Iduladha.
“Seluruh hewan di dalam kandang mati. Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta, bahkan kemungkinan lebih karena itu baru modal awal,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kebakaran dipicu api dari pembakaran sampah yang ditinggal pemiliknya. Kobaran api kemudian tertiup angin hingga merembet ke kandang kambing.
“Pembakaran sampah yang ditinggal merembet ke kandang. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, apalagi sampai ditinggal,” pungkasnya. (DG/E-4)


