
Tengkorak fosil Limosaurus dewasa, kiri, dan tengkorak bayi, kanan. Gigi terlihat pada tengkorak bayi.(Dok James Clark GWU)
PENEMUAN paleontologis di wilayah Xinjiang, Tiongkok berhasil mengungkapkan ‘lubang kematian’ berusia 160 juta tahun yang menjebak banyak dinosaurus kecil. Lubang di Xinjiang ini merupakan lubang pertama dari tiga lubang berisi fosil dinosaurus yang ditemukan hampir satu dekade lalu.
Di dalam cekungan sedalam 1-2 meter terdapat kerangka yang sebagian besar lengkap dari beberapa spesies theropoda kecil dan raptor dari garis keturunan Tyrannosaurus rex.
Fosil-fosil yang bertumpuk tersebut juga termasuk spesies Guanlong atau naga berjambul yang merupakan nenek moyang T.tex. Spesies Limusaurus juga ditemukan di lubang tersebut yang dinilai sebagai dinosaurus herbivora dengan struktur tangan unik, seperti sayap burung.
Meskipun telah lebih dari satu dekade lamanya ditemukan, rahasia dari ‘lubang kematian’ini akhirnya terungkap. Dari studi terbaru menunjukkan bahwa lubang kematian ini ternyata adalah jejak kaki raksasa purba.
Jejak Kaki Dinosaurus Raksasa Ciptakan Lubang Kematian
Studi terbaru yang dilakukan oleh David Eberth dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa dinosaurus malang tersebut tertumpuk di dalam campuran batuan lumpur vulkanik dan batu pasir.
Menurut Eberth, lubang kematian tersebut tercipta akibat dinosaurus Mamenchisaurus yang mengembara. Secara kronologis, lubang ini terbentuk pada periode akhir Jura, terjadi letusan gunung berapi yang menghujani wilayah tersebut dengan sejumlah besar abu dan menciptakan permukaan semi padat di atas lumpur vulkanik.
Ketika Mamenchisaurus berjalan di atas medan tersebut, kaki mereka menembus permukaan yang berdebu dan meninggalkan jejak kaki yang terisi kembali dengan lumpur tebal. Dengan kata lain, jejak kaki dinosaurus raksasa ini menjadi jebakan tak terlihat.
Jebakan bagi Dinosaurus Kecil
Hasil penelitian Eberth dan rekan-rekannya dinilai masuk akal karena temuan fosil dinosaurus yang ada pada lubang tersebut. Theropoda kecil sangat mungkin untuk terjebak di medan semacam itu.
Selain itu, Guanlong yang berukuran lebih besar dan merupakan predator bagi dinosaurus kecil tersebut akan tertarik pada mereka yang kemudian menyebabkan Guanlong ikut terjebak dalam lubang tersebut.
Penemuan beberapa fosil dari beragam spesies dinosaurus tersebut memungkinkan para paleontolog untuk memahami cara dinosaurus tumbuh dan menua serta peran mereka dalam ekosistem yang lebih besar.
Selain itu, temuan asal-usul ‘lubang kematian’ ini membantu mengisi kesenjangan fosil dari periode Jura tengah hingga akhir. (Asha Bening Rembulan/E-4)

