{"id":8649,"date":"2024-10-29T23:54:50","date_gmt":"2024-10-29T23:54:50","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=8649"},"modified":"2024-10-29T23:54:51","modified_gmt":"2024-10-29T23:54:51","slug":"7-hewan-raksasa-yang-masih-hidup-di-lautan-hingga-saat-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=8649","title":{"rendered":"7 Hewan Raksasa yang Masih Hidup di Lautan hingga saat ini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/cdn-cgi\/image\/width=800,quality=80,format=webp\/https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2024\/09\/18\/1726656285_db87913216b168257851.jpg\" alt=\"7 Hewan Raksasa yang Masih Hidup di Lautan hingga saat ini\"\/><br \/>\nFoto udara seekor Paus Sperma (physeter macrocephalus) mati terdampar di Pantai Warudoyong, Bulusan, Banyuwangi, Jawa Timur(ANTARA FOTO\/Budi Candra Setya)<\/p>\n<p>HEWAN yang masih hidup di lautan lepas memiliki banyak jenis dan ukurannya. Tentu hewan-hewan dengan ukuran raksasa akan tinggal di lautan yang lebih dalam.<\/p>\n<p>Bahkan hewan laut raksasa ini jarang terlihat keberadaannya oleh orang. Selain itu hewan laut raksasa tersebut merupakan hewan yang dilindungi.\n<\/p>\n<h2>7 Hewan Raksasa yang Masih Hidup di Lautan<\/h2>\n<h3>1. Paus Biru (Balaenoptera musculus)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726655665_3a7dfc7d0c69a263d708.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/> <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0BRIN Ungkap Sampah Plastik Indonesia Bisa Sampai ke Afrika\n<\/p>\n<p>Ukuran: Paus biru adalah hewan terbesar di dunia, dengan panjang mencapai 30 meter dan berat hingga 180 ton.<br \/>\nFakta: Jantung paus biru seukuran mobil kecil, dan lidahnya saja bisa seberat seekor gajah.<\/p>\n<h3>2. Paus Sirip (Balaenoptera physalus)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726655928_5451685d629d9f16cdeb.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/>\n<\/p>\n<p>Ukuran: Paus sirip merupakan paus terbesar kedua di dunia, dengan panjang mencapai 27 meter dan berat hingga 80 ton.<br \/>\nFakta: Mereka dikenal sebagai &#8220;greyhounds of the sea&#8221; karena kecepatannya yang bisa mencapai 37 km\/jam.<\/p>\n<h3>3. Hiu Paus (Rhincodon typus)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726655720_bbe8aacb5fbf3002d814.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/>\n<\/p>\n<p>Ukuran: Hiu paus adalah spesies ikan terbesar di dunia, dengan panjang mencapai 18 meter dan berat hingga 20 ton.<br \/>\nFakta: Meskipun ukurannya besar, hiu paus adalah makhluk yang ramah dan hanya memakan plankton serta ikan kecil.<\/p>\n<h3>4. Cumi-Cumi Raksasa (Architeuthis dux)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726656005_29415f3e6e7e9b15effc.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/> <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0BRIN: Potensi Kerugian Akibat Kebocoran Sampah Plastik di Laut Hingga Rp225 T per Tahun\n<\/p>\n<p>Ukuran: Cumi-cumi raksasa bisa tumbuh hingga panjang 13 meter, tetapi ada laporan yang menyebutkan spesimen yang lebih besar.<br \/>\nFakta: Matanya sangat besar, mencapai diameter 27 cm, yang membantunya melihat di kedalaman laut yang gelap.<\/p>\n<h3>5. Cumi-Cumi Kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726656068_fb12abbd57021ffc9f86.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/>\n<\/p>\n<p>Ukuran: Diperkirakan mencapai panjang hingga 14 meter dan berat sekitar 500 kg.<br \/>\nFakta: Cumi-cumi kolosal memiliki mata terbesar dari semua hewan, dengan diameter mencapai 30-40 cm.<\/p>\n<h3>6. Paus Sperma (Physeter macrocephalus)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726656119_a497643242e9dcf7221a.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/>\n<\/p>\n<p>Ukuran: Paus sperma bisa tumbuh hingga 20 meter dengan berat sekitar 57 ton.<br \/>\nFakta: Paus sperma adalah mamalia bergigi terbesar dan bisa menyelam hingga kedalaman lebih dari 2.000 meter untuk mencari mangsanya, terutama cumi-cumi raksasa.<\/p>\n<h3>7. Ubur-Ubur Surai Singa (Cyanea capillata)<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2024\/09\/18\/1726656164_9e173b4cc1de8e4ff51e.jpg\" style=\"width: 800px; height: 450px;\"\/>\n<\/p>\n<p>Ukuran: Ubur-ubur ini memiliki tentakel yang bisa mencapai panjang 36 meter, bahkan lebih panjang dari paus biru.<br \/>\nFakta: Meski tentakel mereka sangat panjang, sengatan mereka relatif tidak mematikan bagi manusia, meskipun menyakitkan.<\/p>\n<p>Hewan-hewan ini menunjukkan bahwa lautan masih menyimpan banyak kehidupan raksasa yang luar biasa besar dan unik. (Z-12)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/702108\/7-hewan-raksasa-yang-masih-hidup-di-lautan-hingga-saat-ini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto udara seekor Paus Sperma (physeter macrocephalus) mati terdampar di Pantai Warudoyong, Bulusan, Banyuwangi, Jawa Timur(ANTARA FOTO\/Budi Candra Setya) HEWAN yang masih hidup di lautan lepas memiliki banyak jenis dan ukurannya. Tentu hewan-hewan dengan ukuran raksasa akan tinggal di lautan yang lebih dalam. Bahkan hewan laut raksasa ini jarang terlihat keberadaannya oleh orang. Selain itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,37],"tags":[],"class_list":["post-8649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9431,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8649\/revisions\/9431"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}