{"id":7660,"date":"2024-12-20T23:53:36","date_gmt":"2024-12-20T23:53:36","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=7660"},"modified":"2024-12-20T23:53:36","modified_gmt":"2024-12-20T23:53:36","slug":"kematian-terkait-panas-naik-117-persen-di-as-sejak-1999","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=7660","title":{"rendered":"Kematian Terkait Panas Naik 117 Persen di AS Sejak 1999"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/cdn-cgi\/image\/width=800,quality=80,format=webp\/https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2024\/08\/28\/1724835515_32fd858e3aa27b2abd12.jpg\" alt=\"Kematian Terkait Panas Naik 117 Persen di AS Sejak 1999\"\/><br \/>\nIlustrasi &#8211; Laporan terbaru dari Journal of the American Medical Association (JAMA) mengungkapkan kematian terkait panas di AS meningkat sebesar 117% antara 1999 dan 2023.\u00a0(freepik)<\/p>\n<p>SEIRING dengan gelombang panas yang memecahkan rekor di berbagai bagian AS, laporan baru menunjukkan kematian terkait panas di negara tersebut, meningkat sebesar 117% antara 1999 dan 2023.<\/p>\n<p>Laporan yang dirilis, Senin, oleh Journal of the American Medical Association (JAMA) menemukan dari 1999 hingga 2023, terdapat lebih dari 21.500 kematian terkait panas yang tercatat di AS.\n<\/p>\n<p>Para peneliti menggunakan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, yang juga menemukan 1.069 kematian terkait panas terjadi pada 1999, dibandingkan dengan 2.325 pada 2023, mewakili peningkatan sebesar 117%. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Perubahan Iklim Pengaruhi Pariwisata Selama Musim Panas\n<\/p>\n<p>Jumlah kematian terkait panas terendah dalam periode studi adalah 311 pada 2004, kata para peneliti, sementara jumlah tertinggi adalah 2.325 pada 2023.\n<\/p>\n<p>Sebelum 2016, para peneliti mengatakan jumlah kematian terkait panas menunjukkan \u201cvariabilitas tahunan\u201d, dengan lonjakan pada 2006 dan 2011. Namun, setelah 2016, jumlah kematian terkait panas meningkat secara konsisten setiap tahun.\n<\/p>\n<p>\u201cSeiring dengan kenaikan suhu akibat perubahan iklim, tren peningkatan terbaru kemungkinan akan terus berlanjut,\u201d tulis para peneliti. \u201cOtoritas lokal di daerah dengan risiko tinggi harus mempertimbangkan investasi dalam perluasan akses ke pusat hidrasi dan pusat pendinginan publik atau gedung lain yang memiliki pendingin udara.\u201d <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Mantan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif Salahkan AS atas Kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi\n<\/p>\n<p>Para peneliti menyoroti studi mereka memiliki keterbatasan, termasuk potensi \u201ckesalahan klasifikasi penyebab kematian, yang mengarah pada kemungkinan underestimasi tingkat kematian terkait panas\u201d serta kemungkinan kekurangan data untuk subkelompok yang rentan.\n<\/p>\n<p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), \u201cstres panas adalah penyebab utama kematian terkait cuaca\u201d, dan jumlah orang yang terpapar panas ekstrem di seluruh dunia \u201csemakin meningkat secara eksponensial\u201d akibat perubahan iklim, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil.\n<\/p>\n<p>\u201cGelombang panas dan kondisi panas berlebih yang berkepanjangan semakin meningkat frekuensi, durasi, intensitas, dan magnitudenya akibat perubahan iklim,\u201d tambah WHO. \u201cBahkan gelombang panas dengan intensitas rendah dan sedang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan populasi yang rentan.\u201d <\/p>\n<p>Baca juga: Indonesia Alami Suhu Terpanas di Bulan April dalam Lebih dari 4 Dekade\n<\/p>\n<p>Tidak hanya panas ekstrem dapat menyebabkan stroke panas dan kelelahan panas yang bisa berujung pada kematian, tekanan pada tubuh saat mencoba mendinginkan diri juga dapat memberikan stres pada jantung dan ginjal, menurut WHO.\n<\/p>\n<p>Selain itu, panas juga dapat menyebabkan pemadaman listrik dan mengganggu layanan kesehatan penting, tambah organisasi tersebut. Panas juga dapat memengaruhi transportasi.\n<\/p>\n<p>Minggu ini di AS, wilayah Midwest bersiap menghadapi beberapa hari terpanas musim panas ini, dengan 55 juta orang Amerika berada di bawah peringatan akibat panas ekstrem. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Rekor Suhu di Vietnam Turun Akibat Gelombang Panas Ekstrem Meluas ke Asia Selatan dan Tenggara\n<\/p>\n<p>Awal bulan ini, Palang Merah Amerika mengumumkan panas ekstrem yang disebabkan krisis iklim musim panas ini mengancam pasokan darah medis di AS.\n<\/p>\n<p>Ini terjadi setelah pada Juli saja lebih dari 130 juta orang Amerika berada di bawah peringatan advis panas. Sejak awal tahun ini, 15 rekor suhu panas nasional telah terpecahkan, kata para ahli.\n<\/p>\n<p>Laporan yang diterbitkan pemerintah AS tahun lalu menemukan AS menghangat lebih cepat daripada rata-rata global dan mengatakan orang-orang Amerika mengalami konsekuensi \u201cjauh-reaching dan semakin memburuk\u201d dari krisis iklim \u2013 dan setiap sudut negara menghadapi \u201cdampak yang semakin merugikan.\u201d\n<\/p>\n<p>Mengurangi krisis iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca \u201cadalah hal yang mendesak dan penting\u201d untuk membatasi \u201cbesarnya biaya manusia dari panas ekstrem,\u201d kata WHO. (The Guardian\/Z-3)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/696443\/kematian-terkait-panas-naik-117-persen-di-as-sejak-1999\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi &#8211; Laporan terbaru dari Journal of the American Medical Association (JAMA) mengungkapkan kematian terkait panas di AS meningkat sebesar 117% antara 1999 dan 2023.\u00a0(freepik) SEIRING dengan gelombang panas yang memecahkan rekor di berbagai bagian AS, laporan baru menunjukkan kematian terkait panas di negara tersebut, meningkat sebesar 117% antara 1999 dan 2023. Laporan yang dirilis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,35],"tags":[],"class_list":["post-7660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9732,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7660\/revisions\/9732"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}