{"id":5969,"date":"2025-09-09T20:08:42","date_gmt":"2025-09-09T20:08:42","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=5969"},"modified":"2025-09-11T00:38:07","modified_gmt":"2025-09-11T00:38:07","slug":"sekjen-pbb-panas-ekstrem-bunuh-hampir-500-ribu-orang-setiap-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=5969","title":{"rendered":"Sekjen PBB Panas Ekstrem Bunuh Hampir 500 Ribu Orang Setiap Tahun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/f26b1107422da7445880d4f2bdc3986b.jpg\" alt=\"Sekjen PBB: Panas Ekstrem Bunuh Hampir 500 Ribu Orang Setiap Tahun\"\/><br \/>\nPejalan kaki berlindung dari sengatan matahari saat melintasi pedestrian kawasan Sudirman, Jakarta.(MI\/Susanto)<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti bahaya fenomena cuaca panas ekstrem yang semakin meningkat di banyak negara. Itu menjadi perhatian karena membunuh hamper setengah juta manusia setiap tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Cuaca panas diperkirakan membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali lebih banyak dari pada siklon tropis,&#8221; kata Guterres.<\/p>\n<p>Ia menyebut panas ekstrem sebagai ketidaknormalan baru yang sejatinya dipicu oleh perilaku umat manusia itu sendiri. Penggunaan energi fosil dan pembakaran hutan dan lahan, menjadi beberapa pemicu Utama.\n<\/p>\n<p>&#8220;Kita tahu apa yang mendorongnya, perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan penggunaan bahan bakar fosil. Kita tahu itu akan menjadi lebih buruk ke depan,&#8221; ucapnya. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0PBB Ungkap Dampak Nyata Pemanasan Global\n<\/p>\n<p>PBB pun meluncurkan tuntutan global dengan empat area fokus yaitu merawat yang paling rentan, meningkatkan perlindungan bagi pekerja, meningkatkan ketahanan ekonomi dan<br \/>masyarakat dengan menggunakan data dan ilmu pengetahuan.\n<\/p>\n<p>&#8220;Namun, jangan lupa bahwa masih banyak lagi gejala krisis iklim yang menghancurkan, badai yang semakin dahsyat, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut, dan masih banyak lagi,&#8221; imbuh Guterres.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, seluruh dunia harus bisa menekan penggunaan bahan bakar fosil. G20 harus mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang rentan.\n<\/p>\n<p>&#8220;Pesannya jelas, panas sedang terjadi. Panas ekstrem berdampak ekstrem pada manusia dan planet ini. Dunia harus bangkit menghadapi tantangan kenaikan suhu dengan langkah-langkah yang sebetulnya kita sudah tahu,&#8221; tegasnya. (Z-11)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/687875\/sekjen-pbb-panas-ekstrem-bunuh-hampir-500-ribu-orang-setiap-tahun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pejalan kaki berlindung dari sengatan matahari saat melintasi pedestrian kawasan Sudirman, Jakarta.(MI\/Susanto) Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti bahaya fenomena cuaca panas ekstrem yang semakin meningkat di banyak negara. Itu menjadi perhatian karena membunuh hamper setengah juta manusia setiap tahun. &#8220;Cuaca panas diperkirakan membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5970,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-5969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5969"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10870,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5969\/revisions\/10870"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}