{"id":5843,"date":"2025-09-18T00:17:41","date_gmt":"2025-09-18T00:17:41","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=5843"},"modified":"2025-09-18T00:17:42","modified_gmt":"2025-09-18T00:17:42","slug":"suhu-ekstrem-di-bawah-0-derajat-celcius-embun-beku-kembali-selimuti-dieng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=5843","title":{"rendered":"Suhu Ekstrem di Bawah 0 Derajat Celcius, Embun Beku Kembali Selimuti Dieng"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/dbf12ecf66162c9ac4b595f0a5ae40ac.jpg\" alt=\"Suhu Ekstrem di Bawah 0 Derajat Celcius, Embun Beku Kembali Selimuti Dieng\"\/><br \/>\nFenomena embun beku atau bun upas yang terjadi di sekitar kawasan Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.(MI\/LILIK DARMAWAN)<\/p>\n<p>EMBUN beku kembali menyelimuti kawasan Dieng di perbatasan antara\u00a0Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng)pada Selasa (23\/7). BMKG\u00a0Menyebut, puncak embun beku atau biasa disebut embun upas diperkirakan\u00a0mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.<\/p>\n<p>Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Objek Wisata Dieng\u00a0Banjarnegara Sri Utami mengatakan embun beku kembali muncul. &#8220;Suhu udara di sekitar kompleks Candi Arjuna di bawah 0 derajat celcius. Sehingga kawasan candi diselimuti embun beku yang berwarna putih,&#8221; jelasnya.\n<\/p>\n<p>Sementara pegiat desa wisata Aryadi Darwanto mengatakan suhu mininum\u00a0yang tercatat di sekitar minum 1 derajad Celcius. &#8220;Saya mencatat, embun\u00a0belu selama bulan Juli telah muncul sebanyak 7 kali. Dan dua hari ini\u00a0yakni Senin dan Selasa berturut-turut muncul kembali,&#8221; ujarnya. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0BMKG: Fenomena Embun Es Dieng karena Memasuki Musim Kemarau\n<\/p>\n<p>Secara terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga\u00a0Sambodo mengatakan fenomena ini bukanlah kejadian luar biasa dan umumnya terjadi di musim kemarau. &#8220;Fenomena ini berpotensi terjadi pada Juni-September. Terkadang, fenomena ini juga terjadi pada Bulan Mei, namun mulai intens dan sering diamati mulai bulan Juni dan puncaknya pada Agustus,&#8221; jelas Yoga.\n<\/p>\n<p>Menurutnya, secara meteorologi, fenomena tersebut dikenal sebagai frost\u00a0atau embun beku. Berbeda dengan salju yang terbentuk sebagai partikel\u00a0presipatasi di atmosfer, embun beku merupakan fenomena munculnya butiran es di permukaan. Masyarakat Dieng lebih mengenal fenomena tersebut sebagai embun upas.\n<\/p>\n<p>&#8220;Fenomena ini terjadi karena secara klimatologis, tekanan udara pada\u00a0periode Juni-Juli-Agustus lebih tinggi di Benua Australia \u00a0yang\u00a0bertekanan tinggi dibandingkan Benua Asia yang bertekanan rendah. Angin\u00a0yang berembus dari Australia menuju Asia melewati Indonesia umumnya\u00a0menandai dimulainya periode musim kemarau seiring dengan aktifnya monsun Australia,&#8221; ujarnya. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Prakiraan Cuaca Rabu 24 Juli 2024, Awan Hujan Berpotensi Tumbuh di Beberapa Wilayah\n<\/p>\n<p>Pada musim kemarau, lanjut Yoga, tutupan awan sangat minimum, sehingga\u00a0tidak heran jika pada siang hari, matahari akan terasa sangat terik\u00a0diiringi dengan peningkatan suhu udara. Hal tersebut karena tidak ada\u00a0objek di langit yang menghalau sinar matahari, sehingga penyinaran\u00a0matahari yang notabene merupakan gelombang pendek menjadi maksimum pada\u00a0siang hari.\n<\/p>\n<p>&#8220;Sama halnya dengan siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh\u00a0permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari\u00a0tutupan awan. Pancaran radiasi gelombang panjang dari bumi ini diiringi\u00a0dengan penurunan suhu yang signifikan pada malam hari, dan mencapai\u00a0puncaknya pada saat sebelum matahari terbit \u00a0atau waktu di mana suhu\u00a0minimum umumnya tercapai,&#8221; katanya.\n<\/p>\n<p>Menurutnya, penurunan suhu yang terjadi secara kontinyu sejak malam\u00a0hingga dini hari menyebabkan embun yang semula terbentuk dan menyelimuti rumput, dedaunan, atau tanaman kemudian membeku. (Z-6)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/687240\/suhu-ekstrem-di-bawah-0-derajat-celcius-embun-beku-kembali-selimuti-dieng\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fenomena embun beku atau bun upas yang terjadi di sekitar kawasan Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.(MI\/LILIK DARMAWAN) EMBUN beku kembali menyelimuti kawasan Dieng di perbatasan antara\u00a0Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng)pada Selasa (23\/7). BMKG\u00a0Menyebut, puncak embun beku atau biasa disebut embun upas diperkirakan\u00a0mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5844,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-5843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5843"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10917,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5843\/revisions\/10917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}