{"id":5801,"date":"2025-09-20T19:40:56","date_gmt":"2025-09-20T19:40:56","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=5801"},"modified":"2025-09-20T19:40:57","modified_gmt":"2025-09-20T19:40:57","slug":"demo-mahasiswa-kritik-10-tahun-pemerintahan-jokowi-berakhir-ricuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=5801","title":{"rendered":"Demo Mahasiswa Kritik 10 Tahun Pemerintahan Jokowi Berakhir Ricuh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/c4e2ad551759870a76f45e95dbf01523.jpg\" alt=\"Demo Mahasiswa Kritik 10 Tahun Pemerintahan Jokowi Berakhir Ricuh\"\/><br \/>\nSejumlah personel Brimob Polda Metro Jaya mengendarai sepeda motor saat mengamankan aksi demosntrasi(Antara)<\/p>\n<p>AKSI demo\u00a0mahasiswa mengkritik 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi di Patung Kuda Arjuna Wijaya berakhir ricuh dan dibubarkan paksa oleh kepolisian pada Senin (22\/7).<\/p>\n<p>Situasi sudah tidak kondusif sekitar pukul 18.54 WIB. Saat itu, water cannon sudah ditembakkan beberapa kali ke arah massa dari Aliansi BEM SI.\n<\/p>\n<p>Polisi terus menerus menembakkan water cannon ke arah massa.Sekitar pukul 19.05 WIB, massa semakin mundur hingga harus membubarkan diri ke arah Jalan M.H Thamrin dan Jalan Abdul Muis. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0HUT Bhayangkara, Presiden Minta Polri Sukseskan Pilkada dan Jaga Netralitas\n<\/p>\n<p>Diketahui, massa membawa 12 tuntutan dalam aksi unjuk rasa mengkritik 10 tahun pemerintahan Jokowi.\n<\/p>\n<p>Koordinator pusat BEM SI, Herianto mengatakan mahasiswa turun ke jalan yakni untuk menuntut dan mengadili Jokowi atas sejumlah kebijakan dan tindakannya yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.\n<\/p>\n<p>\u201cKami menuntut Jokowi untuk tidak cawe-cawe di Pilkada Indonesia 2024,\u201d ujar Herianto. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Indonesia Berada di Persimpangan Demokrasi dan Otoritarian\n<\/p>\n<p>Kedua, mahasiswa menolak kembalinya dwifungsi TNI dan Polri. Lalu, ia mengatakan massa mendesak agar pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.\n<\/p>\n<p>&#8220;Tuntaskan kasus pelanggaran HAM berat dan tindak tegas pelaku represifitas kepolisian. Lalu, tuntaskan konflik agraria dan wujudkan reforma agraria sejati,\u201d\n<\/p>\n<p>Massa juga mendesak pemerintah untuk mencabut PP Nomor 25 Tahun 2024 dan mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan hilirisasi nikel. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Relawan Respons Pernyataan Hasto ke Presiden Jokowi\n<\/p>\n<p>Pemerintah juga dituntut untuk mengatasi limbah industri dan memperhatikan AMDAL dalam pembangunan proyek.\n<\/p>\n<p>\u201cMenuntut pemerintah untuk meningkatkan fasilitas, pelayanan dan sistem kesehatan,\u201d imbuh Heri.\n<\/p>\n<p>Massa mendesak agar pemerintah segera mencabut UU Tapera dan revisi kembali sejumlah pasal-pasal yang bermasalah.\n<\/p>\n<p>Kemudian, massa juga menuntut agar pemerintah dapat mewujudkan keadilan dan pemerataan pendidikan di Indonesia.\n<\/p>\n<p>\u201cWujudkan wacana pendidikan gratis di Indonesia. Terakhir, cabut dan revisi Permendikbud no.2 tahun 2024 untuk dikasih kembali substansi materialnya,\u201d pungkas Heri. (Z-8)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/687002\/demo-mahasiswa-kritik-10-tahun-pemerintahan-jokowi-berakhir-ricuh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejumlah personel Brimob Polda Metro Jaya mengendarai sepeda motor saat mengamankan aksi demosntrasi(Antara) AKSI demo\u00a0mahasiswa mengkritik 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi di Patung Kuda Arjuna Wijaya berakhir ricuh dan dibubarkan paksa oleh kepolisian pada Senin (22\/7). Situasi sudah tidak kondusif sekitar pukul 18.54 WIB. Saat itu, water cannon sudah ditembakkan beberapa kali ke arah massa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[35,34,36],"tags":[],"class_list":["post-5801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional","category-berita-dalam-negeri","category-berita-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10933,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5801\/revisions\/10933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}