{"id":5769,"date":"2025-09-21T18:53:46","date_gmt":"2025-09-21T18:53:46","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=5769"},"modified":"2025-09-21T18:53:47","modified_gmt":"2025-09-21T18:53:47","slug":"fertilisasi-sel-telur-dan-sperma-serta-kondisi-janin-saat-hamil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=5769","title":{"rendered":"Fertilisasi Sel Telur dan Sperma serta Kondisi Janin saat Hamil"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/fdc787fc89a0b988e9f86b063026fcbc.jpg\" alt=\"Fertilisasi Sel Telur dan Sperma serta Kondisi Janin saat Hamil\"\/><br \/>\nDokter spesialis kebidanan dan kandungan memeriksa janin ibu hamil dengan peralatan Ultrasonografi (USG) di RSIA Tambak, Jakarta.(Antara\/Asprilla Dwi Adha)<\/p>\n<p>KAMU telah mempelajari siklus menstruasi pada perempuan. Masih ingatkah kamu mengapa menstruasi dapat\u00a0terjadi? Menstruasi dapat terjadi apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopii tidak dibuahi oleh sel sperma. <\/p>\n<p>Lalu, bagaimanakah apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopii dibuahi oleh sperma? Bagaimanakah fertilisasi dan kehamilan terjadi? Ini penjelasannya yang dilansir dari Buku Ilmu Pengetahuan Alam\/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Untuk SMP\/MTs Kelas IX Semester 1 yang ditulis Siti Zubaidah dkk.\n<\/p>\n<h2>1. Fertilisasi.<\/h2>\n<p>Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan, sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur. Apabila telah bertemu dengan sel telur, bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan meninggalkan bagian ekornya di luar sel telur.  <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Mempelajari Siklus Menstruasi dan Tiga Fasenya\n<\/p>\n<p>Proses inilah yang mengawali terjadi fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot.\n<\/p>\n<p>Proses fertilisasi ini terjadi di dalam tuba fallopii. Tahukah kamu bagaimana sel sperma bergerak menuju sel telur?\n<\/p>\n<p>Sel sperma menggunakan flagela yang bergerak memutar sebagai baling-baling untuk menggerakkan tubuhnya dalam cairan yang ada pada tuba fallopii untuk menuju ke sel telur. Gerakan flagela dapat dianalogikan dengan baling-baling untuk mendorong perahu.\n<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Belajar tentang Organ Reproduksi Perempuan dan Oogenesis\n<\/p>\n<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/files\/news\/2024\/07\/22\/Pergerakan%20Flagela%20Sel%20Sperma.jpg\"\/>\n<\/p>\n<p>Pergerakan flagela sel sperma.\n<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Organ-Organ yang Menyusun Reproduksi pada Laki-Laki\n<\/p>\n<p>Bagaimana sperma dapat menemukan lokasi sel telur? Ada beberapa mekanisme sel sperma dapat menemui sel telur.\n<\/p>\n<p>Sel sperma dapat menemukan lokasi sel telur karena sel telur menghasilkan senyawa kimia berupa hormon progesteron. Selain itu, ada sensor panas (suhu tuba fallopii atau tempat sel telur berada, lebih tinggi dibandingkan suhu tempat penyimpanan sperma). Betapa hebat Tuhan yang mendesain mekanisme pergerakan sel sperma tersebut sehingga dapat menemukan lokasi sel telur dengan tepat.\n<\/p>\n<p>Dari jutaan sel sperma yang masuk ke saluran reproduksi perempuan, hanya satu sel sperma yang dapat membuahi sel telur. Mengapa demikian? Setelah salah satu sel sperma memasuki membrane sel telur, secara langsung sel telur akan menyusun suatu lapisan yang tidak dapat dilewati sperma lain. Maha Besar Tuhan Yang Maha Esa yang berkuasa membuat proses fertilisasi.\n<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Tiga Alasan Pembelahan Sel serta Fase Mitosis dan Meiosis\n<\/p>\n<p>Zigot yang terbentuk setelah terjadi fertilisasi akan melakukan pembelahan. Selanjutnya ia berkembang menjadi embrio yang akan menuju ke rahim, kemudian tertanam (implantasi) ke dalam endometrium. Pada kondisi ini seseorang perempuan mengalami kehamilan.\n<\/p>\n<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/files\/news\/2024\/07\/22\/Proses%20Fertilisasi%20hingga%20Implantasi.png\"\/>\n<\/p>\n<p>Proses fertilisasi hingga implantasi.\n<\/p>\n<p>Tahukah Anda bagaimana embrio berkembang selama kehamilan?  Embrio berkembang di dalam rahim hingga menjadi bayi yang siap dilahirkan selama 9 bulan 10 hari atau sekitar 37 minggu.\n<\/p>\n<p>Perkembangan embrio dalam kandungan dapat dibagi menjadi beberapa periode. Pada materi ini kamu akan mempelajari perkembangan embrio dalam tiga periode atau trimester yaitu sekitar 3 bulan pada setiap periodenya.\n<\/p>\n<h2>2. Periode perkembangan janin.<\/h2>\n<h3>A.  Trimester pertama.<\/h3>\n<p>\u2022 Periode terbentuk hampir semua organ tubuh.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin sangat rentan terhadap radiasi, obat, atau alkohol. Oleh karena itu, ibu hamil harus memilih nutrisi yang baik dan menjauhi kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum minuman beralkohol, agar janin yang dikandungnya tidak mengalami kecacatan atau gangguan kesehatan lain.\n<\/p>\n<p>Berikut kondisi janin di trimester pertama.\n<\/p>\n<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/files\/news\/2024\/07\/22\/janin%20trimester%20pertama.png\"\/>\n<\/p>\n<p>Embrio umur lima\u00a0minggu (35 hari).\n<\/p>\n<p>\u2022 Pada saat embrio berumur 5 minggu (35 hari) ukuran embrio \u00b17 mm.\n<\/p>\n<p>\u2022 Embrio telah memiliki bakal tulang belakang.\n<\/p>\n<p>\u2022 Otak dan sumsum tulang belakang mulai terbentuk.\n<\/p>\n<p>\u2022 Setelah embrio berumur 9 minggu (63 hari), embrio sudah memiliki struktur yang lengkap dan dapat\u00a0disebut sebagai janin.\n<\/p>\n<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/files\/news\/2024\/07\/22\/Embrio%20Umur%209%20Minggu.png\"\/>\n<\/p>\n<p>Embrio umur sembilan\u00a0minggu\u00a0(63 hari) sudah dapat disebut janin.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin berukuran \u00b15,5 cm.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin terlekat pada tali pusar yang terhubung dengan plasenta dan terlindungi oleh kantong amnion (kantong ketuban).\n<\/p>\n<p>\u2022 Otot, tulang belakang, tulang rusuk, lengan, dan jari sudah mulai terbentuk.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin sudah dapat menggerakkan lengan dan kaki serta memutar kepala.\n<\/p>\n<p>\u2022 Pada akhir trimester pertama, janin terlihat seperti miniatur manusia. Jenis kelamin biasanya sudah tampak, dan detak jantung dapat dideteksi.\n<\/p>\n<h3>B.  Trimester kedua.<\/h3>\n<p>\u2022 Perkembangan utama janin yaitu pembesaran ukuran janin dan perbaikan struktur menjadi lebih detail.\n<\/p>\n<p>\u2022 Tidak ada perkembangan mendasar seperti pada trimester pertama.\n<\/p>\n<p>Berikut kondisi janin di trimester kedua.\n<\/p>\n<\/p>\n<p>Janin umur 14 minggu\u00a0(98 hari).\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin berumur 14 minggu (98 hari). Pada umur tersebut ukuran janin \u00b16 cm. Pada trimester kedua, plasenta\u00a0banyak menghasilkan progesteron untuk menjaga proses kehamilan.\n<\/p>\n<p>\u2022 Pada saat janin berumur 20 minggu (140 hari) ukuran janin \u00b1 19 cm dengan berat badan janin sebesar 0,5 kg.\n<\/p>\n<\/p>\n<p>Janin umur 20 minggu (140 hari).\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin telah terlihat seperti bayi, jari tangan, dan jari kaki sudah terbentuk. Pada bagian ujung jari sudah tumbuh kuku.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin telah memiliki alis dan bulu mata.\n<\/p>\n<p>\u2022 Permukaan kulit ditumbuhi oleh rambut.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin mulai bergerak aktif.\n<\/p>\n<p>\u2022 Pada akhir trimester kedua ini, mata janin sudah membuka dan mulai terbentuk gigi.\n<\/p>\n<h3>c. Trimester ketiga.<\/h3>\n<p>\u2022 Terjadi pertumbuhan ukuran bayi yang sangat pesat untuk mendapatkan kekuatan menghadapi hidup di lingkungan luar.\n<\/p>\n<p>Berikut kondisi janin di trimester ketiga.\n<\/p>\n<p>\u2022 Sistem sirkulasi dan respirasi mengalami perubahan yang memungkinkan untuk bernapas dalam lingkungan\u00a0luar.\n<\/p>\n<p>\u2022 Janin mengembangkan kemampuan untuk mengatur suhu tubuh sendiri.\n<\/p>\n<p>\u2022 Tulang mulai mengeras.\n<\/p>\n<p>\u2022 Otot mulai menebal.\n<\/p>\n<p>\u2022 Pada saat lahir ukuran bayi sekitar 50 cm dengan berat badan sekitar 2-3 kg.\n<\/p>\n<h2>ultrasonografi <\/h2>\n<p>Ultrasonografi (USG) merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan janin selama proses kehamilan. Melalui alat ini, akan dapat diketahui perkembangan janin di dalam kandungan ibu, posisi janin di dalam rahim, bahkan jenis kelamin dari calon bayi.\n<\/p>\n<p>Pada dasarnya, teknologi ultrasonografi ialah teknik diagnostik pencitraan menggunakan gelombang ultrasonik yang digunakan untuk menggambarkan organ internal untuk keperluan medis. Dalam bidang fisika ultrasonik merupakan bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 hertz.\n<\/p>\n<p>Ultrasonik tidak dapat didengar menusia karena di atas ambang batas pendengaran manusia. Suara pada frekuensi ini akan dipancarkan pada tubuh janin yang akan menghasilkan gambaran mengenai kondisi bayi\u00a0dalam kandungan. (Z-2)\n<\/p>\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/686873\/fertilisasi-sel-telur-dan-sperma-serta-kondisi-janin-saat-hamil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dokter spesialis kebidanan dan kandungan memeriksa janin ibu hamil dengan peralatan Ultrasonografi (USG) di RSIA Tambak, Jakarta.(Antara\/Asprilla Dwi Adha) KAMU telah mempelajari siklus menstruasi pada perempuan. Masih ingatkah kamu mengapa menstruasi dapat\u00a0terjadi? Menstruasi dapat terjadi apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopii tidak dibuahi oleh sel sperma. Lalu, bagaimanakah apabila sel telur yang terdapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5770,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[35,34,36],"tags":[],"class_list":["post-5769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional","category-berita-dalam-negeri","category-berita-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5769"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10941,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5769\/revisions\/10941"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}