{"id":5486,"date":"2024-07-16T17:34:34","date_gmt":"2024-07-16T17:34:34","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=5486"},"modified":"2024-07-16T17:34:35","modified_gmt":"2024-07-16T17:34:35","slug":"ylki-tuntut-pemerintah-tindak-tegas-peredaran-camilan-ilegal-asal-tiongkok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=5486","title":{"rendered":"YLKI Tuntut Pemerintah Tindak Tegas Peredaran Camilan Ilegal Asal Tiongkok"},"content":{"rendered":"\n<div>\n<p>Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo(MI\/MOHAMAD IRFAN)<\/p>\n<p>YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas usai terungkapnya kasus peredaran camilan anak asal Tiongkok yang ilegal dalam beberapa waktu terakhir.<\/p>\n<p>\u201cPelakunya harus ditelusuri dan diproses hukum. Siapa ini yang terlibat dalam dalam pemasokan, peredaran, dan perdagangan produk ilegal,\u201d kata Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo, dikutip Selasa 916\/7).<\/p>\n<p>Sudaryatmo menuturkan pemerintah harus menelusuri rantai pasok makanan tersebut agar kualitas hidup masyarakat tidak makin terancam. Terlebih camilan tersebut diketahui banyak beredar di kalangan anak-anak.<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Polisi Tangkap Lima Pembunuh TKA Tiongkok di Morowali<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, dalam kasus camilan Hot Spicy Latiru\u00a0dan Latiao Stripes, belasan siswa SDN Cidadap I, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi mengalami pusing, mual, dan muntah usai mengonsumsinya.<\/p>\n<p>Kasus tersebut, katanya, merupakan anomali yang perlu dijadikan perhatian karena Sukabumi termasuk ke dalam wilayah yang tidak termasuk dalam daerah perbatasan antarnegara.<\/p>\n<p>Menurutnya, kasus keracunan tersebut juga disebabkan pengawasan dan regulasi Indonesia lemah, sehingga Indonesia dibanjiri produk Tiongkok berkualitas di bawah standar.<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a010 WN Tiongkok Ditangkap Imigrasi Gegara Langgar Izin Tinggal di Bali<\/p>\n<p>Maka dari itu, ia meminta pemerintah, terutama dinas terkait seperti dinas pendidikan dan kesehatan di daerah, untuk lebih aktif melakukan pengawasan.<\/p>\n<p>\u201cKarena ini menyangkut jajanan di sekolah, mestinya pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan dinas kesehatan, secara periodik melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah terhadap produk yang dijual,\u201d ujar Sudaryatmo.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Sudaryatmo membeberkan contoh deretan kasus yang melibatkan camilan dari Tiongkok dan patut dijadikan perhatian oleh seluruh pihak. Seperti adanya laporan temuan minyak goreng asal Tiongkok yang mengandung BBM.<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Polda Sulsel Tangkap Pelaku Pembunuhan Pekerja asal Tiongkok<\/p>\n<p>Diketahui hal itu dapat terjadi karena truk tangki tidak dibersihkan sesuai prosedur setelah mengangkut BBM. Cara itu dilakukan produsen dengan tujuan memangkas biaya dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.<\/p>\n<p>Pada 2023 lalu terdapat penyelidikan terhadap bir terkemuka Tsingtao karena kedapatan produknya tidak steril lantaran kemunculan video yang menunjukkan seorang karyawan pabrik buang air kecil pada bahan mentah untuk membuat minuman beralkohol.<\/p>\n<p>Sedangkan pada 2022, raksasa pengolahan daging babi bernama Henan Shuanghui terbukti melakukan praktik kerja yang tidak higienis seperti mengemas daging yang jatuh ke lantai serta pekerja yang mengenakan seragam kotor terungkap.<\/p>\n<p>\u201cDeretan kasus tersebut pun mengingatkan skandal besar di China pada dimana ditemukan kandungan melamin pada susu. Dampaknya pun membuat enam bayi tewas serta meracuni ratusan ribu anak,\u201d pungkas Sudaryatmo. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo(MI\/MOHAMAD IRFAN) YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas usai terungkapnya kasus peredaran camilan anak asal Tiongkok yang ilegal dalam beberapa waktu terakhir. \u201cPelakunya harus ditelusuri dan diproses hukum. Siapa ini yang terlibat dalam dalam pemasokan, peredaran, dan perdagangan produk ilegal,\u201d kata Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo, dikutip Selasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,36,37],"tags":[],"class_list":["post-5486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-panas","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5513,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5486\/revisions\/5513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}