{"id":4414,"date":"2024-06-16T17:13:15","date_gmt":"2024-06-16T17:13:15","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=4414"},"modified":"2024-06-16T17:13:16","modified_gmt":"2024-06-16T17:13:16","slug":"libur-idul-adha-ketersediaan-biosolar-di-yogyakarta-dipastikan-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=4414","title":{"rendered":"Libur Idul Adha, Ketersediaan Biosolar di Yogyakarta Dipastikan Aman"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/06\/be28ec3400779e4ef3555288d68dc585.jpg\" alt=\"Libur Idul Adha, Ketersediaan Biosolar di Yogyakarta Dipastikan Aman\"\/><br \/>\nKendaraan mengisi BBM jenis biosolar di SPBU, Yogyakarta.(Dok. MI\/Agus Utantoro)<\/p>\n<p>MENGHADAPI libur panjang Idul Adha 1445 Hijriyah, PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan ketersediaan biosolar di Yogyakarta.<\/p>\n<p>Hal tersebut dikemukakan oleh Area Manager Communication, Relations &#038; Corporate Social Responsibility Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho dalam keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia di Yogyakarta, Minggu (16\/6).\n<\/p>\n<p>Brasto mengungkapkan, ketersediaan atau stok seluruh SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) di Yogyakarta dalam 30 hari terakhir ini berada pada kisaran 50 hingga 78 kiloliter dengan rata-rata penjualan sebanyak 24 hingga 35 kiloliter per hari. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Perjalanan Commuter Line Yogyakarta Ditambah saat Libur Panjang Idul Adha\n<\/p>\n<p>Sementara ketahanan stok biosolar di Fuel Terminal Rewulu, Bantul sekitar 13 hari. Angka tersebut adalah angka aman dan belum termasuk stok di kilang dan kapal.\n<\/p>\n<p>\u201cPada prinsipnya PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah\/BPH Migas,\u201d ujarnya.\n<\/p>\n<p>Dikatakan, penyaluran Biosolar Januari-Mei 2024 di Kota Yogyakarta adalah 3.618 kiloliter dengan kuota Januari-Mei 2024 sebesar 4.006 kiloliter dan kuota tahun 2024 sebesar 9.645 kiloliter. Realisasi Biosolar di Kota Yogyakarta jika dibandingkan kuotanya pada Januari-Mei 2024 di Kota Yogyakarta adalah 90%. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Penggerebekan Gudang Solar Curian di Medan Labuhan tidak Libatkan Polisi\n<\/p>\n<p>Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lanjutnya, realisasi penyaluran Biosolar Januari-Mei 2024 adalah 62 ribu kiloliter dengan kuota periode yang sama sebesar 68 ribu kiloliter dan kuota tahun 2024 sebesar 164 ribu kiloliter.\n<\/p>\n<p>&#8220;Realisasi penyaluran Biosolar di DIY Januari-Mei 2024 dibandingkan kuotanya pada Januari-Mei 2024 adalah 91%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa realisasi masih jauh di bawah kuota yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas),\u201d imbuhnya.\n<\/p>\n<p>Brasto kemudian mengingatkan kembali bahwa terdapat pembelian maksimum Biosolar sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) No 04\/P3JBT\/BPH MIGAS\/KOM\/2020. Pembelian Biosolar maksimum untuk kendaraan perseorangan roda 4 adalah 60 liter per hari per kendaraan, kendaraan bermotor angkutan umum atau barang roda 4 adalah 80 liter per hari per kendaraan, dan kendaraan bermotor angkutan umum atau barang roda 6 atau lebih adalah 200 liter per hari per kendaraan.\n<\/p>\n<p>(Z-9)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/678456\/libur-idul-adha-ketersediaan-biosolar-di-yogyakarta-dipastikan-aman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kendaraan mengisi BBM jenis biosolar di SPBU, Yogyakarta.(Dok. MI\/Agus Utantoro) MENGHADAPI libur panjang Idul Adha 1445 Hijriyah, PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan ketersediaan biosolar di Yogyakarta. Hal tersebut dikemukakan oleh Area Manager Communication, Relations &#038; Corporate Social Responsibility Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho dalam keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia di Yogyakarta, Minggu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4415,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,37],"tags":[],"class_list":["post-4414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4414"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4428,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4414\/revisions\/4428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}