{"id":4260,"date":"2026-01-09T23:20:28","date_gmt":"2026-01-09T23:20:28","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=4260"},"modified":"2026-01-09T23:20:29","modified_gmt":"2026-01-09T23:20:29","slug":"tangani-stunting-jawa-barat-andalkan-dua-program","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=4260","title":{"rendered":"Tangani Stunting, Jawa Barat Andalkan Dua Program"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/480x320\/news\/2024\/06\/ae0fab8f2731d2db9149de511e3981be.jpg\" alt=\"Tangani Stunting, Jawa Barat Andalkan Dua Program\"\/><br \/>\nSeorang anak menjalani pengukuran tinggi badan di posyandu di Kota Depok.(ANTARA FOTO\/Yulius Satria Wijaya)<\/p>\n<p>JAWA Barat terus mengejar target penurunan angka stunting atau tengkes<br \/>mencapai 14% pada akhir 2024. Saat ini prevalensi tengkes di daerah ini<br \/>masih tinggi mencapai 21,7%, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar<br \/>20,2%.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengandalkan dua program untuk menurunkan angka tengkes tahun ini. Yang pertama ialah program nasional pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting, serta program Jawa Barat si Jumo dan Jamilah,&#8221; ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, saat berdiskusi bersama program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) di Bandung.\n<\/p>\n<p>Si Jumo dan Jamilah merupakan gerakan gabungan yang bertujuan untuk perubahan<br \/>perilaku dan budaya masyarakat Jawa Barat. Si Jumo berarti Literasi<br \/>Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD dan Penanggulangan TBC, sedangkan<br \/>Jamiulah adalah Menjaga Lingkungan Ibu Hamil Tetap Bersih dan Sehat. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Program BISA di Sumedang dan Bandung Barat Berperan Ikut Menurunkan Angka Stunting\n<\/p>\n<p>Program nasional pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting<br \/>diluncurkan pada Juni ini. Sementara Si Jumo dan Jamilah sudah<br \/>digulirkan pertengahan Mei lalu.\n<\/p>\n<p>&#8220;Keduanya bertujuan untuk mendapatkan orang dengan risiko tinggi akan<br \/>menjadi stunting baru. Kami bekerja untuk menurunkan angka stuntung<br \/>dengan memotong kejadian stunting baru,&#8221; lanjut Vini.\n<\/p>\n<p>Untuk itu, perhatian difokuskan pada ibu hamil, remaja putri dan<br \/>anak-anak yang mengalami gizi buruk dan berat badan kurang. Setelah<br \/>mereka berhasil diketahui, dilakukan intervensi dengan memberikan<br \/>suplemen, vitamin, atau tablet penambah darah. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Pemprov Jawa Barat Ajak ICMI dan Mahasiswa Ikut Tangani Stunting\n<\/p>\n<p>&#8220;Meski berat, kami optimistis bisa menurunkan angka stunting di Jawa<br \/>Barat. Kami optimistis karena banyak dukungan dari masyarakat dan<br \/>pemangku kepentingan,&#8221; tegas Vini.\n<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Ane Carolina mengatakan pencegahan stunting di Jawa ke depan akan dilakukan bekerja sama dengan kampus. Salah satunya, mahasiswa yang tengah melakukan KKN tematik, juga diminta melakukan upaya pencegahan stunting.\n<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggulirkan bantuan keuangan desa yang besarnya Rp130 juta per desa untuk 5.311 desa. Tahun depan, dana itu ditingkatkan menjadi Rp150 juta. Tambahan Rp20 juta diarahkan untuk program pencegahan dan tindakan kejadian stunting,&#8221; tambahnya.\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/677628\/tangani-stunting-jawa-barat-andalkan-dua-program\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang anak menjalani pengukuran tinggi badan di posyandu di Kota Depok.(ANTARA FOTO\/Yulius Satria Wijaya) JAWA Barat terus mengejar target penurunan angka stunting atau tengkesmencapai 14% pada akhir 2024. Saat ini prevalensi tengkes di daerah inimasih tinggi mencapai 21,7%, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar20,2%. &#8220;Kami mengandalkan dua program untuk menurunkan angka tengkes tahun ini. Yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4261,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-4260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4260"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11447,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4260\/revisions\/11447"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}