{"id":4173,"date":"2024-06-11T19:57:41","date_gmt":"2024-06-11T19:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=4173"},"modified":"2024-06-11T19:57:42","modified_gmt":"2024-06-11T19:57:42","slug":"sebagian-besar-sapi-kurban-di-sulsel-berasal-dari-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=4173","title":{"rendered":"Sebagian Besar Sapi Kurban di Sulsel Berasal dari NTB"},"content":{"rendered":"\n<div>\n<p>Peternak memberi makan sapi miliknya di kandang penggemukan sapi Reyan Baru di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB(ANTARA FOTO\/Ahmad Subaidi)<\/p>\n<p>MENJELANG\u00a0Idul Adha, sudah ratusan bahkan ribuan sapi kurban terjual di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Dan ternyata, sapi-sapi tersebut, sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski demikian, semuanya dinyatakan dalam kondisi sehat.<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkan Direktur Operasional Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Makassar, Wahyudin Kasim.<\/p>\n<p>&#8220;Sapi yang masuk sudah dilakukan pemeriksaan, dilengkapi dengan barcode yang ada di telinga. Jika kita scan itu barcode akan terbaca berat sapi, terus umur terus asal sapi,&#8221; ungkapnya, Selasa (11\/6).<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a06 Syarat Sah Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi dalam Islam<\/p>\n<p>Dia pun meyakinkan masyarakat, agar tidak ragu memotong hewan kurbannya di RPH. Pasalnya, sudah ada berbagai fasilias halal yang dibuktikan dengan sertifikasi halal.<\/p>\n<p>&#8220;Kami juga dibekali dengan para pemotong yang memang sudah terakreditasi. Sudah ditangani langsung oleh dari Dinas Perikanan dan Pertanian yang yang memang ahli di bidang pemotongan hewan,&#8221; kata Wahyudin.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan sapi kurban khususnya, di sepanjang Jalan Letjen Hertasning, perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berjejer penjualan hewan kurban.<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Ini Berat Sapi Raksasa Asal Subang yang Dipilih Jokowi untuk Kurban<\/p>\n<p>Salah satu penjual sapi kurban,\u00a0Daeng Rate\u00a0(47) mengaku telah menjual lebih dari 20 ekor sapi sejak sepekan terakhir. Sapi yang paling banyak peminatnya adalah jenis sapi Simental dan sapi Bali.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau bos-bos yang berduit paling suka beli sapi lokal karena besar dan unik. Kalau yang lainnya biasanya sapi Bali banyak juga yang suka,&#8221; aku Daeng Rate.<\/p>\n<p>Harga juga bervariasi, mulai dari belasan juta hingga puluhan juta. Harga tergantung jenis, bobot, dan kondisi sapi. Sapi dengan bobot 300 kg, dibanderol dengan harga Rp55 juta.<\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Jelang Idul Adha, Harga Sapi dan Kambing Alami Kenaikan<\/p>\n<p>Sapi bobot 400 kg seharga Rp75 juta hingga Rp80juta per ekor. Dan sapi bobot 70 kg seharga Rp14 juta hingga Rp15 juta per ekor.<\/p>\n<p>&#8220;Sapi-sapi ini, sebelum dijual sudah diperiksa oleh tim kesehatan hewan. Sapi-sapi juga rutin dicek kesehatan seperti disuntik vitamin. Jadi tidak sembarangan membeli sapi lain di luar daerah. Ada juga sapi-sapi yang diternakkan di Malino, Kabupaten Gowa,&#8221; ungka Daeng Rate.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ade Saputra,(40), warga Bumi Tamalanrea (BTP) Makassar mengaku memilih membeli sapi di pedagang sapi dadakan yang selalu ada setiap tahun. &#8220;Sapi di sini juga ad pemeriksaab kesehatannya, jadi tidak perlu khawatir,&#8221; pungkasnya. (LN)<\/p>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peternak memberi makan sapi miliknya di kandang penggemukan sapi Reyan Baru di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB(ANTARA FOTO\/Ahmad Subaidi) MENJELANG\u00a0Idul Adha, sudah ratusan bahkan ribuan sapi kurban terjual di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Dan ternyata, sapi-sapi tersebut, sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski demikian, semuanya dinyatakan dalam kondisi sehat. Hal itu diungkapkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,36,37],"tags":[],"class_list":["post-4173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-panas","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4173"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4205,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4173\/revisions\/4205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}