{"id":4131,"date":"2024-06-10T17:59:54","date_gmt":"2024-06-10T17:59:54","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=4131"},"modified":"2024-06-10T17:59:55","modified_gmt":"2024-06-10T17:59:55","slug":"haan-dia-goonda-tapi-dia-goonda-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=4131","title":{"rendered":"Haan, dia goonda, tapi dia goonda kita."},"content":{"rendered":"\n<div>\n<p>Haan, dia goonda, tapi dia goonda kita &#8211; REVOLUSI Marginal<\/p>\n<div class=\"page-wrapper\">\n<div class=\"page-content\">\n<p>Terima kasih! Anda telah berhasil ditambahkan ke daftar langganan email Marginal Revolution.<\/p>\n<div class=\"entry-content\">\n<p>Di India, merupakan hal yang lumrah bagi politisi untuk mengajukan kasus pidana terhadap mereka. Mengapa pemilih memilih penjahat?<\/p>\n<p>Salah satu penjelasan menarik yang diberikan oleh ilmuwan politik Milan Vaishnav adalah bahwa para pemilih sering kali kurang peduli terhadap kemampuan wakil mereka dalam melaksanakan pembangunan berbasis luas atau merancang undang-undang yang baik, dan lebih memperhatikan efektivitas dalam membantu mereka mengakses sumber daya yang terbatas. Jadi, politisi yang korup atau dituduh melakukan kejahatan mungkin dianggap efektif karena bisa memberikan manfaat bagi komunitasnya.<\/p>\n<p>\u2026Dalam bahasa sehari-hari, para pemilih biasanya mengatakan: Haan, goonda hai, magar hamara goonda hai (Ya, dia adalah seorang gangster, tapi dia adalah gangster kami.)<\/p>\n<p>Dari buku hebat Karthik Muralidharan tentang peningkatan kapasitas negara di negara gagal.<\/p>\n<p>Tambahan: Lihat juga postingan saya Tidak Ada Yang namanya Ekonomi Pembangunan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Haan, dia goonda, tapi dia goonda kita &#8211; REVOLUSI Marginal Terima kasih! Anda telah berhasil ditambahkan ke daftar langganan email Marginal Revolution. Di India, merupakan hal yang lumrah bagi politisi untuk mengajukan kasus pidana terhadap mereka. Mengapa pemilih memilih penjahat? Salah satu penjelasan menarik yang diberikan oleh ilmuwan politik Milan Vaishnav adalah bahwa para pemilih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2015,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[35,36,37],"tags":[],"class_list":["post-4131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional","category-berita-panas","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4131"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4138,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4131\/revisions\/4138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}