{"id":2070,"date":"2024-03-20T18:29:20","date_gmt":"2024-03-20T18:29:20","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=2070"},"modified":"2024-03-20T18:29:21","modified_gmt":"2024-03-20T18:29:21","slug":"orangtua-berperan-penting-dalam-perawatan-gigi-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=2070","title":{"rendered":"Orangtua Berperan Penting dalam Perawatan Gigi Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/480x320\/news\/2024\/03\/5ceb077fbd33e6510441b7d196ec86b3.jpeg\" alt=\"Orangtua Berperan Penting dalam Perawatan Gigi Anak \"\/><br \/>\nDrg Alana Aluditasari Sp KGA memaparkan peran orangtua dalam perawatan gigi anak.(MI\/ANDREI WILMAR)<\/p>\n<p>MERAWAT gigi anak merupakan pekerjaan wajib bagi setiap orangtua. Memastikan anak-anak menggosok gigi dengan baik dan benar merupakan tugas krusial.<\/p>\n<p>Karena, walaupun gigi susu nantinya digantikan gigi tetap, kesehatannya mempengaruhi kualitas hidup anak. Menurut Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Pondok Indah\u2013Puri Indah drg Alana Aluditasari Sp KGA, ada beberapa hal yang harus diperhatikan setiap orang terkait kesehatan gigi buah hatinya.\n<\/p>\n<p>Salah satunya dengan memastikan anak menyikat gigi minimal dua kali dalam sehari, saat pagi dan malam hari. Waktu menggosok gigi menjadi krusial, sebab sisa makanan yang menumpuk di mulut harus dibersihkan sebelum tidur. Jika tidak, bakteri akan lebih mudah menyerang gigi anak.  <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Orangtua Diingatkan Ajak Anak Secara Rutin ke Dokter Gigi\n<\/p>\n<p>\u201cSore kalau mandi sore mau sikat, boleh. Tapi malamnya jangan lupa. Jadi yang utama justru malam,\u201d ucap Alana dalam sebuah diskusi soal\u00a0kesehatan gigi dan mulut anak pada Senin (18\/3) di Jakarta.\n<\/p>\n<p>\u201cKalau kita enggak sikat gigi malam paginya pasti mulutnya asam, nah sisa makanan kan ngumpul di situ tuh, nanti bakterinya senang, bikin giginya jadi gampang berlubang,\u201d tambahnya.\n<\/p>\n<p>Tak hanya waktu yang harus diperhatikan, takaran pasta gigi juga harus disesuaikan dengan umur anak. Alana menyebutkan pasta gigi untuk anak di bawah usia tiga tahun harus lebih sedikit. Ukuran termudahnya, jelas Alana, adalah sebesar satu butir beras.  <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Menyikat Gigi yang Benar Bisa Cegah Karies pada Anak\n<\/p>\n<p>\u201cJangan dipikir biar bersih, banyak aja deh, enggak begitu,\u201d ucapnya.\n<\/p>\n<p>Alana menjelaskan, takaran ditambahkan ketika anak sudah di atas usia tiga tahun. \u201cDi atas tiga tahun dibanyakin, masih tetap pasta gigi anak-anak, tapi diperbanyak. Biasanya sebesar ukuran kacang polong, sebesar itu.\u201d\n<\/p>\n<p>Penggunaan pasta gigi yang memiliki kandungan fluoride, kata Alana juga tak kalah penting. Da menceritakan masalah salah satu pasiennya yang berusia tiga tahun. Giginya nampak bagus dan putih, tetapi Alana menemukan lubang di gigi anak tersebut.  <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Ini Saat yang Tepat Mengenalkan Menyikat Gigi pada Anak\n<\/p>\n<p>Ketika ditanyakan kepada orangtua, Alana menemukan fakta bahwa pasien tersebut menggunakan pasta gigi yang tidak berfluoride. Sebab orang tuanya takut sang anak menelan pasta gigi.\n<\/p>\n<p>\u201cIbarat fluoride itu adalah makanan utamanya gigi. Kalau biar badan kita kuat kita makan makanan, kalau si gigi (makanannya) fluoride,\u201d jelas Alana.\n<\/p>\n<p>Selain tentang pasta gigi, Alana juga mengungkap bahwa anak baru boleh sikat gigi secara mandiri di atas usia 7 tahun. Di bawah itu, orangtua masih harus mengawasi, bahkan membantu anak menggosok gigi karena cenderung belum bisa mempraktikannya dengan baik dan benar.  <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Orangtua Diimbau Ajak Anak Periksa Gigi dan Mulut Rutin Sejak Dini\n<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya orangtua hebat sekali kalau masih ngikutin anaknya sikat gigi sampai anaknya besar,\u201d tutur Alana.\n<\/p>\n<p>Lubang di gigi, jelas Alana, berpengaruh pada kualitas hidup anak. Anak dengan gigi berlubang akan menurun nafsu makannya. Dari sana, permasalahan lain akan bermunculan.\n<\/p>\n<p>\u201cApalagi di usia sekolah dia enggak nafsu makan karena sakit gigi, tenaganya menurun, lagi sekolah enggak bisa konsentrasi, kualitas hidupnya pasti menurun,\u201d pungkas Alana.\n<\/p>\n<p>Maka dari itu, orangtua perlu merawat kesehatan gigi anak dengan serius. Menurut Alana, peran orangtua menjaga gigi anak sebenarnya tak terlalu sulit.\n<\/p>\n<p>\u201cPerawatan gigi anak tidak susah, cuma perlu kesabaran orangtua,\u201d tutupnya. (Z-6)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/659665\/orangtua-berperan-penting-dalam-perawatan-gigi-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Drg Alana Aluditasari Sp KGA memaparkan peran orangtua dalam perawatan gigi anak.(MI\/ANDREI WILMAR) MERAWAT gigi anak merupakan pekerjaan wajib bagi setiap orangtua. Memastikan anak-anak menggosok gigi dengan baik dan benar merupakan tugas krusial. Karena, walaupun gigi susu nantinya digantikan gigi tetap, kesehatannya mempengaruhi kualitas hidup anak. Menurut Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Pondok [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2071,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,37],"tags":[],"class_list":["post-2070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2070"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2165,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2070\/revisions\/2165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}