{"id":19813,"date":"2026-07-18T07:47:33","date_gmt":"2026-07-18T07:47:33","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=19813"},"modified":"2026-07-18T07:47:34","modified_gmt":"2026-07-18T07:47:34","slug":"nv-bima-pabrik-legendaris-berusia-76-tahun-menembus-pasar-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=19813","title":{"rendered":"NV BIMA, Pabrik Legendaris Berusia 76 Tahun, Menembus Pasar Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/18\/1784355267_5cae9887866d9a7c45ef.jpg\" alt=\"NV BIMA, Pabrik Legendaris Berusia 76 Tahun, Menembus Pasar Dunia\"\/><br \/>\n                                Warga melihat sejumlah peralatan dapur yang diproduksi NV Bima di Kota Bandung(MI\/NAVIANDRI)<\/p>\n<p>DI tengah derasnya persaingan industri manufaktur, PT Perusahaan Logam NV BIMA membuktikan eksistensinya sebagai salah satu industri legendaris di Kota Bandung.<\/p>\n<p>Berdiri sejak 1950, perusahaan yang dikenal sebagai produsen peralatan dapur seperti panci dan kuali ini tak hanya mampu bertahan selama 76 tahun. Perusahaan yang berhasil menjaga bangunan bersejarah yang berstatus cagar budaya itu, kini menembus pasar internasional.<\/p>\n<p>Akuntan PT Perusahaan Logam BIMA, Ratif Sinarto mengungkapkan, perjalanan panjang perusahaan tidak lepas dari kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Pada awal berdiri, BIMA hanya memasok kebutuhan peralatan bagi instansi pemerintah sebelum akhirnya memperluas pasar ke masyarakat umum.<\/p>\n<p class=\"related-news\">Baca juga :\u00a0Kunjungan Museum Naik 13,15 Persen Selama Libur Sekolah Juli 2026<\/p>\n<p>\u201cSudah 76 tahun kami bertahan. Itu bukan perjalanan yang mudah bagi sebuah pabrik manufaktur. Kami terus menghadapi berbagai tantangan, perubahan zaman hingga persaingan industri yang semakin ketat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, perubahan strategi pemasaran tersebut menjadi titik penting dalam perkembangan perusahaan. Seiring meningkatnya permintaan masyarakat, BIMA terus melakukan inovasi sehingga mampu memperluas pasar tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri.<\/p>\n<p>Hingga kini produk-produk BIMA masih mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Bahkan sebagian besar produksinya telah dipasarkan ke berbagai negara.<\/p>\n<p class=\"related-news\">Baca juga :\u00a0Kunjungan ke Museum Naik 400%<\/p>\n<p>\u201cKami bersyukur karena produk BIMA ternyata mampu bersaing di pasar internasional. Bahkan beberapa kali ada orang dari luar negeri membawa peralatan dapur dan ternyata itu adalah produk kami. Ini membuktikan teknologi dan kualitas industri Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nCAGAR BUDAYA<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nRatif menyebut, tak hanya dikenal melalui produknya, kawasan pabrik BIMA juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Bangunan bagian depan pabrik telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Bandung.<\/p>\n<p>Bangunan berarsitektur klasik seluas sekitar 600 hingga 700 meter persegi tersebut tetap dipertahankan keasliannya. Sementara total area pabrik mencapai sekitar 12.000 hingga 13.000 meter persegi.<\/p>\n<p>&#8220;Selama puluhan tahun, perusahaan hanya melakukan perawatan dan pengecatan tanpa mengubah struktur utama bangunan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keaslian warisan sejarah Kota Bandung. Kami tidak mengubah struktur bangunan. Tampilan depan tetap dipertahankan seperti aslinya. Bahkan pemilihan warna juga disesuaikan agar tetap selaras dengan karakter bangunan cagar budaya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Ratif\u00a0 juga mengaku penetapan bangunan BIMA sebagai cagar budaya, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi perusahaan sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap pelestarian bangunan bersejarah di Kota Bandung.<\/p>\n<p>Meski demikian, tantangan industri manufaktur ke depan dinilai semakin kompleks. Persaingan dengan produk sejenis, perubahan pola konsumsi masyarakat, regulasi hingga kenaikan biaya produksi menjadi tantangan yang harus dihadapi.<\/p>\n<p>&#8220;BIMA tetap optimistis mempertahankan eksistensinya sebagai industri lokal yang telah memasuki generasi kedua dan tengah mempersiapkan regenerasi kepemimpinan. Selama masih ada dapur di setiap rumah, kebutuhan akan peralatan memasak tidak akan pernah hilang. Itu yang membuat kami tetap optimistis untuk terus berproduksi dan menghadirkan produk berkualitas,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Ratif berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan industri manufaktur di Kota Bandung, terutama industri yang juga berperan menjaga warisan sejarah kota melalui pelestarian bangunan cagar budaya.<\/p>\n<p>\u201cKami bersyukur pemerintah memberikan apresiasi dengan menetapkan bangunan ini sebagai cagar budaya. Itu menjadi kebanggaan bagi perusahaan sekaligus kebanggaan bagi Kota Bandung. Ke depan, kami berharap industri manufaktur tetap mendapat dukungan agar mampu bertahan menghadapi tantangan zaman,\u201d sambungnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/912143\/nv-bima-pabrik-legendaris-berusia-76-tahun-menembus-pasar-dunia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga melihat sejumlah peralatan dapur yang diproduksi NV Bima di Kota Bandung(MI\/NAVIANDRI) DI tengah derasnya persaingan industri manufaktur, PT Perusahaan Logam NV BIMA membuktikan eksistensinya sebagai salah satu industri legendaris di Kota Bandung. Berdiri sejak 1950, perusahaan yang dikenal sebagai produsen peralatan dapur seperti panci dan kuali ini tak hanya mampu bertahan selama 76 tahun. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19814,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-19813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19813"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19815,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19813\/revisions\/19815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}