{"id":17378,"date":"2026-05-20T17:10:20","date_gmt":"2026-05-20T17:10:20","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=17378"},"modified":"2026-05-20T17:10:22","modified_gmt":"2026-05-20T17:10:22","slug":"tiga-prodi-ugm-masuk-100-besar-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=17378","title":{"rendered":"Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/20\/1779286732_da343812b6d87c87e128.jpg\" alt=\"Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia\"\/><br \/>\n                                Ilustrasi(Dok UGM)<\/p>\n<p>REKTOR UGM, \u00a0Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengungkapkan, kampus UGM memiliki 28 bidang ilmu yang masuk dalam QS WUR by subject. Dari jumlah terdapat, tiga bidang ilmu dari sosial humaniora yang masuk dalam top 100 besar dunia. <\/p>\n<p>&#8220;Theology masuk dalam 45 besar dunia sebagai posisi yang sangat strategis,&#8221; ungkap dia saat Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun 2026 di Grha Sabha Pramana pada Rabu (20\/5). Selain itu, bidang ilmu Anthropology dan Development Studies berhasil menempati kelompok 100 besar dunia. <\/p>\n<p>Ia pun mengatakan, kualitas keilmuan UGM yang semakin diakui secara global dan menunjukkan bahwa pengembangan akademik dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\">Baca juga :\u00a0Ayah-Anak Kuliah Bersamaan di UGM, Kini  Lulus Doktor dengan IPK Sempurna<\/p>\n<p>Ova menyampaikan, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif di tengah perubahan global. Menurutnya, perkembangan teknologi dan dinamika sosial menuntut kolaborasi lintas sektor sekaligus penguatan karakter mahasiswa. UGM terus mendorong pengembangan kompetensi, jejaring kolaborasi, hingga penguatan paradigma pendidikan inklusif agar lulusan mampu menghadapi realitas sosial yang semakin kompleks.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan, kehadiran prodi sebetulnya menyesuiakan dengan kebutuhan, baik dari kebutuhan industri, \u00a0kehidupan berrmasyarakat, keberanjutan, dan pengembangan keilmuan itu sendiri. <\/p>\n<p>Pengembangan akademik di UGM dilakukan secara komprehensif, termasuk melalui penguatan bidang ilmu sosial humaniora yang memperoleh pengakuan dunia. \u201cPendidikan berperan sebagai ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan bagi masyarakat, karena kebutuhan manusia tidak selalu diukur dari kebutuhan industri semata, melainkan juga kebutuhan kehidupan itu sendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\">Baca juga :\u00a0Cerebral Palsy Tak Halangi Nikita Lulus dari UGM<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan, pentingnya membangun lulusan yang berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, gelar akademik tidak berhenti pada capaian administratif ataupun keberhasilan memperoleh pekerjaan. <\/p>\n<p>Pengalaman belajar di kampus diharapkan membentuk integritas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menghadapi tantangan masa depan. Berbagai pengalaman pembelajaran kolaboratif, penelitian, KKN-PPM, hingga aktivitas kemahasiswaan menjadi ruang pembentukan karakter bagi mahasiswa UGM. <\/p>\n<p>\u201cMenjadi lulusan UGM bukan sekadar mengantongi ijazah, tetapi menjadi pribadi yang memiliki karakter moral unggul serta mampu memberi dampak bagi kehidupan masyarakat,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Dalam acara yang sama, Dewan Pakar Pengurus Pusat KAGAMA, Anies Baswedan mengajak para lulusan untuk memandang kehidupan setelah wisuda secara realistis sekaligus penuh harapan. Para lulusan diingatkan, situasi saat ini dunia kerja pada situasi ekonomi yang tidak mudah, dengan pasar kerja yang semakin kompetitif. <\/p>\n<p>Tantangan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk ketahanan diri seseorang. \u201cGenerasi yang lulus di masa sulit sering kali menjadi generasi yang paling kuat karena mereka belajar bertahan, belajar membaca keadaan, dan belajar tumbuh di tengah keterbatasan,\u201d ungkap dia. <\/p>\n<p>Sebanyak 1.762 lulusan mengikuti prosesi yang terdiri atas 1.644 lulusan program sarjana dan 118 lulusan sarjana terapan, termasuk lima lulusan warga negara asing. Pada periode ini, rerata masa studi lulusan program sarjana tercatat semakin singkat, yakni 3 tahun 11 bulan, dengan IPK rata-rata 3,6. Sebanyak 72 persen lulusan meraih predikat pujian dan tiga wisudawan mencatat IPK sempurna 4,00. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/892246\/tiga-prodi-ugm-masuk-100-besar-dunia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok UGM) REKTOR UGM, \u00a0Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengungkapkan, kampus UGM memiliki 28 bidang ilmu yang masuk dalam QS WUR by subject. Dari jumlah terdapat, tiga bidang ilmu dari sosial humaniora yang masuk dalam top 100 besar dunia. &#8220;Theology masuk dalam 45 besar dunia sebagai posisi yang sangat strategis,&#8221; ungkap dia saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-17378","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17378"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17378\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17387,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17378\/revisions\/17387"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}