{"id":13373,"date":"2026-03-18T15:08:00","date_gmt":"2026-03-18T15:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=13373"},"modified":"2026-03-18T15:08:01","modified_gmt":"2026-03-18T15:08:01","slug":"bolehkah-zakat-fitrah-dengan-uang-kenapa-tiga-mazhab-menolak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=13373","title":{"rendered":"Bolehkah Zakat Fitrah dengan Uang Kenapa Tiga Mazhab Menolak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/18\/1773842133_353dd8c095f59d9a9ae4.jpg\" alt=\"Bolehkah Zakat Fitrah dengan Uang? Kenapa Tiga Mazhab Menolak?\"\/><br \/>\n                                Ilustrasi. (Gratispik)<\/p>\n<p>PEMBAYARAN zakat fitrah dengan uang kini menjadi tren di masyarakat urban karena dianggap lebih praktis. Namun, secara hukum fikih, terdapat perbedaan pandangan yang tajam di antara para ulama mazhab mengenai keabsahannya.<\/p>\n<h2>Pandangan Cendekiawan Populer: Makanan Pohon Wajib<\/h2>\n<p>Hanif Luthfi Lc MA dalam\u00a0bukunya berjudul Fiqih Seputar Zakat Fitri menjelaskan bahwa mayoritas ulama (jumhur) yang terdiri dari Mazhab Maliki, Syafi&#8217;i, dan Hanbali menegaskan bahwa zakat fitrah harus dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok mentah (seperti beras di Indonesia). Menurut mereka, zakat dengan uang tidak sah (lam yujzi\u2019uhu).<\/p>\n<p>Imam Ahmad bin Hanbal bahkan menyatakan kekhawatirannya jika zakat dengan uang tidak dianggap menunaikan kewajiban karena menyalahi sunnah Rasulullah SAW. Beliau merujuk pada hadits Abdullah bin Umar RA:<\/p>\n<p class=\"related-news\">Baca juga: Zakat Fitrah Mazhab Syafii: Panitia Bukan Amil dan Makanan Wajib<\/p>\n<p style=\"font-style: italic; border-left: 4px solid #007bff; padding-left: 15px; margin: 20px 0;\">\u201cRasulullah SAW mewajibkan zakat fithr di bulan Ramadhan bagi manusia setara dengan satu shaa\u2019 kurma atau sya\u2019ir\u2026\u201d (HR. Jamaah).<\/p>\n<h2>Pandangan Aliran Hanafiyah: Membolehkan Uang<\/h2>\n<p>Berbeda dengan mayoritas, Mazhab Al-Hanafiyah memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dengan uang yang senilai dengan bahan makanan pokok. As-Sarakhsi, ulama besar Hanafi, menjelaskan bahwa tujuan utama zakat adalah mencukupi kebutuhan fakir miskin.<\/p>\n<p>Bahkan, beberapa ulama Hanafiyah berpendapat bahwa di zaman sekarang, memberikan uang lebih utama daripada bahan pangan. Alasannya, uang lebih fleksibel (adfa&#8217; lil hajah) untuk memenuhi kebutuhan mustahik yang beragam, seperti membeli pakaian lebaran atau membayar hutang.<\/p>\n<p class=\"related-news\">Baca juga :\u00a0Waktu Bayar dan Pemberian Zakat Fitrah Versi Mazhab Hanafi serta Muhammadiyah<\/p>\n<div style=\"background-color: #f8f9fa; border: 1px solid #dee2e6; padding: 20px; margin: 20px 0;\">\n<p>Perbandingan Cepat Hukum Zakat Uang<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Mazhab Syafi&#8217;i, Maliki, Hanbali: Tidak Boleh (Beras\/Makanan Nabati Wajib).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mazhab Hanafi: Boleh (Uang dianggap sah dan terkadang lebih utama).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ulama Kontemporer (Mahmud Syaltut): Di desa lebih baik makanan, di kota lebih baik uang.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Analisis Yusuf Al-Qaradawi: Konteks Zaman<\/h2>\n<p>Dr. Yusuf Al-Qaradawi menjelaskan latar belakang\u00a0Rasulullah SAW dahulu menggunakan makanan pokok. Pertama, karena di masa itu uang (dinar dan dirham) jumlahnya terbatas dan tidak semua orang memilikinya. Kedua, nilai makanan cenderung lebih stabil dibandingkan nilai mata uang pada masa itu.<\/p>\n<p>Di era modern, saat pasar sudah sangat berkembang, memberikan uang memberikan kemandirian bagi si miskin untuk menentukan prioritas kebutuhannya. Namun, Al-Qaradawi juga mengingatkan bahwa jika zakat diberikan dalam bentuk uang, nominalnya harus mengikuti standar Mazhab Hanafi yang cenderung lebih tinggi (setara 3,8 kg gandum) untuk kehati-hatian.<\/p>\n<h2>Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?<\/h2>\n<p>Jika ingin mengikuti pendapat yang paling damai dan disepakati semua aliran, membayar dengan bahan pokok (beras) adalah pilihan terbaik. Tidak ada satu aliran pun yang menyalahkan pemberian beras.<\/p>\n<p>Namun, jika Anda merasa mustahik di lingkungan Anda lebih membutuhkan uang, mengikuti Mazhab Hanafiyah adalah solusi syar&#8217;i yang sah. Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah memfasilitasi kedua pendapat ini dengan menyediakan layanan zakat dalam bentuk beras maupun uang tunai yang dikonversi sesuai harga beras setempat.<\/p>\n<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawabi. (Saya-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/871925\/bolehkah-zakat-fitrah-dengan-uang-kenapa-tiga-mazhab-menolak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi. (Gratispik) PEMBAYARAN zakat fitrah dengan uang kini menjadi tren di masyarakat urban karena dianggap lebih praktis. Namun, secara hukum fikih, terdapat perbedaan pandangan yang tajam di antara para ulama mazhab mengenai keabsahannya. Pandangan Cendekiawan Populer: Makanan Pohon Wajib Hanif Luthfi Lc MA dalam\u00a0bukunya berjudul Fiqih Seputar Zakat Fitri menjelaskan bahwa mayoritas ulama (jumhur) yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13374,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13373"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13380,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13373\/revisions\/13380"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}