{"id":1256,"date":"2024-02-20T17:17:01","date_gmt":"2024-02-20T17:17:01","guid":{"rendered":"https:\/\/uang69.id\/?p=1256"},"modified":"2024-02-20T17:17:02","modified_gmt":"2024-02-20T17:17:02","slug":"wolbachia-tekan-jumlah-kasus-dbd-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uang69.id\/?p=1256","title":{"rendered":"Wolbachia Tekan Jumlah Kasus DBD di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                        <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/1200x700\/news\/2024\/02\/0ffe6100d34d07794f0765a596a295ed.jpg\" alt=\"Wolbachia Tekan Jumlah Kasus DBD di Yogyakarta\"\/><br \/>\n                                        Petugas menunjukkan sampel nyamuk aedes aegypti yang sudah disuntikkan bakteri Wolbachia.(ANTARA\/NYOMAN HENDRA WIBOWO)<\/p>\n<p>DINAS Kesehatan Kota Yogyakarta mengungkapkan hingga Februari ini\u00a0hanya tercatat terjadi 9 kasus demam berdarah (DBD) dan tidak terjadi\u00a0kematian akibat penyakit tersebut. <\/p>\n<p>Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan\u00a0Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah di Yogyakarta pada\u00a0Selasa (20\/2) mengungkapkan jumlah kasus DBD di Kota Yogyakarta mengalami kecenderungan penurunan sejak menerapkan teknologi wolbachia. &#13;<br \/>\n&#13;\n<\/p>\n<p>Menengok data sepanjang 2023, total kasus DBD di Kota Yogyakarta mencapai 88 kasus. Lalu, menurun drastis jika dibandingkan periode 2016 yang mencapai 1.705 semenjak wolbachia muncul. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Kemenkes Berencana Bangun Pabrik Telur Nyamuk Wolbachia. Dimana Lokasinya? &#13;<br \/>\n&#13;\n<\/p>\n<p>Meski demikian, Lana meminta masyarakat tetap waspada. &#8220;Ini hasil yang sudah bagus, (tapi) tetap menjadi kewaspadaan kita semua. Masyarakat tetap harus memperhatikan (kebersihan) lingkungan,&#8221; kata dia. &#13;<br \/>\n&#13;\n<\/p>\n<p>Dikatakan, populasi nyamuk Aedes aegypti yang jadi penyebab timbulnya penyakit DBD, tidak bisa dimusnahkan. Namun, karena sebagian besar nyamuk telah mengandung bakteri wolbachia, penyakit DBD bisa dihilangkan. &#13;<br \/>\n&#13;\n<\/p>\n<p>Menurut Lana, hasil pemantauan terbaru dari Tim Pusat Kedokteran Tropis\u00a0Universitas Gadjah Mada (UGM), dia menyebutkan cakupan populasi nyamuk\u00a0Aedes aegypti ber-wolbachia di masing-masing kecamatan (kemantren) di\u00a0Yogyakarta sudah mencapai di atas 90 persen. <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Wolbachia Turunkan Kematian Akibat DBD di Yogyakarta &#13;<br \/>\n&#13;\n<\/p>\n<p>Dengan tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia\u00a0serta rendahnya kasus DBD di Kota Yogyakarta, upaya pemberantasan DBD sejak Januari hingga Februari 2024 belum membutuhkan fogging atau pengasapan. &#13;<br \/>\n&#13;\n<\/p>\n<p>Lana mengingatkan masyarakat agar tetap menggencarkan gerakan 3M pada saat musim hujan seperti sekarang ini untuk benar-benar mencegah penyakit DBD. (Z-6) &#13;\n <\/p>\n<p>Baca juga :\u00a0Beda dengan Sri Lanka, Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Indonesia Lebih Efektif dan Aman\n                        <\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/652905\/wolbachia-tekan-jumlah-kasus-dbd-di-yogyakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas menunjukkan sampel nyamuk aedes aegypti yang sudah disuntikkan bakteri Wolbachia.(ANTARA\/NYOMAN HENDRA WIBOWO) DINAS Kesehatan Kota Yogyakarta mengungkapkan hingga Februari ini\u00a0hanya tercatat terjadi 9 kasus demam berdarah (DBD) dan tidak terjadi\u00a0kematian akibat penyakit tersebut. Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan\u00a0Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah di Yogyakarta pada\u00a0Selasa (20\/2) mengungkapkan jumlah kasus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1257,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[34,37],"tags":[],"class_list":["post-1256","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dalam-negeri","category-berita-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1256"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1289,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1256\/revisions\/1289"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uang69.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}