Home Uncategorized Bank Swasta Nasional Ini Masuk Jajaran Worlds Best Bank 2026 Versi Forbes

Bank Swasta Nasional Ini Masuk Jajaran Worlds Best Bank 2026 Versi Forbes

1


Bank Swasta Nasional Ini Masuk Jajaran World’s Best Bank 2026 Versi Forbes
Ilustrasi(ANTARA/Andika Wahyu)

KEPERCAYAAN nasabah dan kualitas layanan digital menjadi faktor yang makin menentukan reputasi industri perbankan global di tengah persaingan layanan keuangan yang semakin ketat. Penilaian terhadap bank kini tidak hanya dilihat dari kinerja finansial, tetapi juga konsistensi layanan, keamanan, hingga kemampuan menjawab kebutuhan nasabah melalui inovasi digital.

Di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali masuk jajaran World’s Best Bank 2026 versi Forbes. Predikat tersebut menempatkan BCA sebagai bank terbaik di Indonesia berdasarkan survei tahunan yang dilakukan Forbes bersama lembaga riset Statista.

Dalam penilaian tersebut, Forbes melibatkan 54.000 responden dari 34 negara. Survei mengukur lima aspek utama, yakni tingkat kepercayaan terhadap bank, syarat dan ketentuan layanan, layanan pelanggan, layanan digital, serta kualitas perencanaan keuangan yang diberikan kepada nasabah.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan nasabah dan konsistensi perusahaan menjaga kualitas layanan.

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada para nasabah setia yang sudah menemani perjalanan BCA serta memercayakan BCA sebagai layanan perbankan. Kami juga berterima kasih kepada insan BCA atas semangat dan komitmen memberikan layanan yang terbaik,” ujar Hendra dalam keterangan resmi.

Forbes mencatat BCA menjadi satu dari 311 bank di dunia yang berhasil mempertahankan predikat World’s Best Bank dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut sekaligus mempertegas posisi BCA sebagai salah satu bank dengan performa tinggi secara konsisten.

Dari sisi kinerja, hingga Maret 2026 BCA membukukan total kredit sebesar Rp994 triliun atau tumbuh 5,6% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan kredit itu ditopang dana giro dan tabungan (CASA) yang mencapai Rp1.089 triliun atau naik 11,2% (yoy). Porsi CASA tercatat mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga perseroan. Sementara laba BCA dan entitas anak mencapai Rp14,7 triliun.

Penyaluran kredit produktif tercatat mencapai Rp760,2 triliun atau meningkat 7,8% (yoy). Di saat yang sama, pembiayaan pada sektor berkelanjutan tumbuh 10% (yoy) menjadi Rp258,4 triliun, setara 26% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

BCA juga mencatat pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12% (yoy) dengan outstanding mencapai Rp146 triliun. Sementara pembiayaan hijau (green financing) tumbuh 7,7% (yoy) menjadi Rp113 triliun, termasuk didorong peningkatan pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang naik 53,5% secara tahunan.

Hingga akhir Maret 2026, BCA melayani 44 juta rekening nasabah dan memproses lebih dari 122 juta transaksi setiap hari. Operasional layanan tersebut didukung 1.270 kantor cabang, 20.336 ATM, layanan internet dan mobile banking, serta contact center Halo BCA yang beroperasi selama 24 jam.

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, BCA berfokus pada bisnis perbankan transaksi serta penyediaan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, UKM, hingga konsumer. Operasional perseroan juga didukung sejumlah entitas anak yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan, perbankan syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, hingga modal ventura. Hingga Maret 2026, BCA memiliki lebih dari 27.600 karyawan.

Menurut Hendra, penghargaan dari Forbes menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

“Berbekal semangat terus tumbuh serta melayani sepenuh hati, BCA akan terus menghadirkan layanan perbankan yang sesuai kebutuhan, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata dia. (E-1)



Source link